Try Out Online II (bahasa Indonesia)

50 Questions
Try Out Online II (bahasa Indonesia)

Pilihlah jawaban yang paling tepat !

Sample Question

Cermati paragraf berikut ! Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. ide pokok paragraf tersebut adalah.....  

Potensi Sumber Daya lam yang besar dan beragam

Yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian

Beberapa hal yang mendasari pembangunan pertanian

Pentingnya peranan pembangunan pertanian di Indonesia

Pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar

Number of Questions:

More Options
Please wait...
Questions and Answers
  • 1. 
    Cermati paragraf berikut ! Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. ide pokok paragraf tersebut adalah.....  
    • A. 

      Potensi Sumber Daya lam yang besar dan beragam

    • B. 

      Yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian

    • C. 

      Beberapa hal yang mendasari pembangunan pertanian

    • D. 

      Pentingnya peranan pembangunan pertanian di Indonesia

    • E. 

      Pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar

  • 2. 
    Cermati paragraf berikut ! Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. mengapa pembanguan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting ?  
    • A. 

      Pertanian di Indonesia belum terlaksana dengan baik dan masih perlu perhatian.

    • B. 

      Masyarakat menginginkan pemerintah membantu berbagai keperluan alat pertanian.

    • C. 

      Penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

    • D. 

      Harus memfasilitasi berbagai kepentingan pertanian yang masih tertinggal.

    • E. 

      Mengubah nasip para petani agar para petani mendapatkan kehidupan yang layak.

  • 3. 
    Bacalah denga cermat teks berikut ! (1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. (4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. (5) Terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia Kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah bernomor …  
    • A. 

      (1)

    • B. 

      (2)

    • C. 

      (3)

    • D. 

      (4)

    • E. 

      (5)

  • 4. 
    Bacalah paragraf berikut dengan cermat! (1) Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional, tetapi tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. (2) Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. (3) Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya. (4) Bahkan sektor ini semakin menjerumuskan pada kehancuran. (5) Padahal sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya. kalimat utama paragraf tersebut adalah ....
    • A. 

      (1)

    • B. 

      (2)

    • C. 

      (3)

    • D. 

      (4)

    • E. 

      (5)

  • 5. 
    Bacalah teks berikut dengan cermat  ! (1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. (4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. (5) Terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia. makna istilah globalisasi dalam teks tersebut adalah .....  
    • A. 

      Keinginan untuk setara dengan negara lain

    • B. 

      Masuknya ke ruang lingkup dunia

    • C. 

      Kebesasan dalam melakukan perdagangan

    • D. 

      Tidak ada halangan lagi untuk maju

    • E. 

      Memasuki masa era modern

  • 6. 
    Bacalah teks berikut dengan cermat ! (1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. (4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. (5) Terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia   Tujuan penulis dalam paragraf tersebut adalah … .    
    • A. 

      Untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia

    • B. 

      Perhatian terhadap pertanian di Indonesia yang sudah memberikan kemajuan

    • C. 

      Agar pihak terkait lebih memperhatikan kemajuan dan perubahan pada sektor pertanian

    • D. 

      Menginformasikan produk-produk pertanian yang telah berdaya saing tinggi

    • E. 

      Menjelaskan bahwa pembangunan pertanian di Indonesia tidak ketinggalan lagi.

  • 7. 
    Bacalah dengan cermat teks berikut ! perbedaan isi kedua kutipan adalah .....
    • A. 

      Teks 1 Permasalahan pendukung Indonesia mengamuk saat mengantre membeli tiket. teks 2 Permasalahan, buyarnya permainan Pasukan Merah-Putih karena ada gangguan sinar laser dari tribune penonton ke arah kiper Markus.

    • B. 

      Teks 1 Tempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). teks 2 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur

    • C. 

      Teks 1 Kurangnya kesiapan tim teks 2 Sangat siap kesiapan tim

    • D. 

      Teks 1 Menang telak teks 2 Menang 0-3

    • E. 

      Teks 1 Tidak adanya terjadi keributan teks 2 Terjadinya keributan

  • 8. 
    Bacalah dengan cermat teks berikut ! kata tidak baku dalam kutipan teks 2 tersebut terdapat pada kalimat bernomor  .....
    • A. 

      (1)

    • B. 

      (2)

    • C. 

      (3)

    • D. 

      (4)

    • E. 

      (5)

  • 9. 
    Bacalah dengan cermat teks berikut ! Pernyataan yang berupa fakta dalam kutipan teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
    • A. 

      (1) dan (2)

    • B. 

      (2) dan (3)

    • C. 

      (3) dan (4)

    • D. 

      (3) dan (5)

    • E. 

      (4) dan (5)

  • 10. 
    Bacalah kutipan biografi berikut ! Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan bernegara. Keteladanan dari sosok Abdul Muis adalah ....
    • A. 

      Memiliki keberanian yang tinggi dalam berjuang

    • B. 

      Meninggalkan kampung halaman untuk berjuang

    • C. 

      Mengusir penjajah Belanda dari tanah Indonesia

    • D. 

      Sebagai pemuda yang berjiwa patriot berani melawan penjajah

    • E. 

      Sekolah kedokteran di negeri Belanda

  • 11. 
    Bacalah kutipan biografi berikut ! Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan bernegara. Mengapa Abdul Muis dikatakan memiliki jiwa petualang ...
    • A. 

      Ia hanya suka bersekolah di luar negeri dengan bebagai pengalaman.

    • B. 

      Lebih menyukai bahkan sangat tertarik kepada dunia politik.

    • C. 

      Anak muda yang tidak gentar melawan penjajahan Belanda.

    • D. 

      Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halaman.

    • E. 

      Mempunyai banyak pengalaman kerja atau berpindah-pindah.

  • 12. 
    Bacalah kutipan biografi berikut ! Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan bernegara. Istilah yang tepat untuk pengganti istilah yang tercetak miring pada kalimat terakhir teks biografi tersebut adalah ...
    • A. 

      Pesta

    • B. 

      Kenduri

    • C. 

      Perayaan

    • D. 

      Perhelatan

    • E. 

      Pertunjukan

  • 13. 
    Bacalah dengan cermat kutipan tajuk rencana berikut !   Di zaman ini tidak jarang ibu menjadi tulang punggung keluarga. Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami. Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh yang mengangkut barang-barang berat. Mereka semua adalah wanita-wanita perkasa, pejuang keluarga. Sudah banyak ibu-ibu yang mandiri, memiliki penghasilan sendiri, serta mempunyai banyak aktivitas. Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak. Tanggung jawabnya sebagai ibu tetap bisa berjalan selaras dengan dunia pekerjaannya. Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.Tak bisa diabaikan juga adanya ibu yang gagal membina keluarganya karena kesibukannya bekerja dan alasan lain. Tetapi jauh lebih banyak ibu yang benar-benar menjadi ibu, yang selalu siap berkorban untuk keluarganya. Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterimakasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu. Terima kasih ibu, dan Selamat Hari Ibu buatmu! Opini penulis dalam kutipan tajuk rencana adalah ....  
    • A. 

      Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.

    • B. 

      Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami pada zaman sekarang.

    • C. 

      Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh.

    • D. 

      Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak.

    • E. 

      Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterima kasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu.

  • 14. 
    Bacalah dengan cermat kutipan tajuk rencana berikut !   Di zaman ini tidak jarang ibu menjadi tulang punggung keluarga. Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami. Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh yang mengangkut barang-barang berat. Mereka semua adalah wanita-wanita perkasa, pejuang keluarga. Sudah banyak ibu-ibu yang mandiri, memiliki penghasilan sendiri, serta mempunyai banyak aktivitas. Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak. Tanggung jawabnya sebagai ibu tetap bisa berjalan selaras dengan dunia pekerjaannya. Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.Tak bisa diabaikan juga adanya ibu yang gagal membina keluarganya karena kesibukannya bekerja dan alasan lain. Tetapi jauh lebih banyak ibu yang benar-benar menjadi ibu, yang selalu siap berkorban untuk keluarganya. Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterimakasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu. Terima kasih ibu, dan Selamat Hari Ibu buatmu! Pihak yang dituju dalam teks tajuk rencana adalah ....
    • A. 

      Kaum ibu

    • B. 

      Pemerintah

    • C. 

      Para anak

    • D. 

      Masyarakat

    • E. 

      Pekerja keras

  • 15. 
    Cermati kutioan paragraf berikut ! Masalah yang diungkapkan dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah … .
    • A. 

      Penghinaan yang berkepanjangan atau henti-hentinya

    • B. 

      Seseorang yang tidak menepati janjinya

    • C. 

      Penolakan perjodohan oleh orang tua wanita

    • D. 

      Pertengkaran seseorang dengan orang tua kekasihnya

    • E. 

      Tidak tercapainya keinginan seseorang menjadi kaya raya

  • 16. 
    Cermati kutipan cerpen berikut !
    1. Suasana yang tergambar dalam kutipan adalah … .
    • A. 

      Mencekam

    • B. 

      Bising

    • C. 

      Marah

    • D. 

      Ramai

    • E. 

      Kacau

  • 17. 
    Cermati paragraf kutipan cerpen berikut! Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah … .
    • A. 

      Orang tua yang akan memilihkan jodoh untuk anaknya seorang yang baik

    • B. 

      Menghindari pemaksaan perkawian atau perjodohan oleh orang tua terhadap anaknya.

    • C. 

      Mengingatkan seseorang akan janji yang telah diikrarkan kepada seseorang.

    • D. 

      Perilaku menghormati orang tua, terutama orang-orang yang ada di sekitarnya.

    • E. 

      Mengucapkan kata-kata yang baik bila berbicara dengan siapa pun dan di mana pun

  • 18. 
    Cermati paragraf berikut !   Pendeskripsian watak tokoh aku seorang yang pembohong adalah melalui … .
    • A. 

      Dialog antartokoh

    • B. 

      Pikiran-pikiran tokoh

    • C. 

      Penjelasan pengarang

    • D. 

      Lingkungan tokoh

    • E. 

      Tanggapan tokoh lain

  • 19. 
    Cermati kutipan cerpen berikut ! Pembuktian bahwa latar dalam cerpen tersebut di pemakaman adalah … .
    • A. 

      Nyekar, kembang, tabur, rambutan

    • B. 

      Keranjang bunga, makam, pohon, nyekar

    • C. 

      Keranjang, pusara, bunga rampai, pohon

    • D. 

      Pohon, daun segar, bungkusan, rambutan

    • E. 

      Nyekar, nisan, pusara, bunga rampai

  • 20. 
    Cermati kutipan cerpen berikut ! Hal yang terdapat dalam kutipan novel yang masih ditemukan dalam kehidupan saat ini adalah … .
    • A. 

      Berbecak

    • B. 

      Berwarung

    • C. 

      Nyekar

    • D. 

      Bernisan

    • E. 

      Mengubur

  • 21. 
    Cerimati kutipan cerpen berikut ! Amanat yang terdapat pada kutipan tersebut adalah … .
    • A. 

      Sebelum melakukan kebohongan, pikirkanlah agar tidak timbul penyesalan kelaknya.

    • B. 

      Demi kebaikan, sering berbohong tidak menjadi masalah atau diperbolehkan.

    • C. 

      Kepada orang tua tidak masalah berbohong karena mudah untuk meminta maaf.

    • D. 

      Akuilah kebohongan apa saja yang pernah dilakukan saat berada di kuburan orang tua.

    • E. 

      Berusahalah menutupi kebohongan yang telah dilakukan, terutama kepada anggota keluarga.

  • 22. 
    • A. 

      Apabila kita dapat memelihara lidah kita, kita akan senantiasa memperoleh berbagai faedah.

    • B. 

      Perbuatan yang baik, niscaya akan senantiasa memperoleh balasan yang baik pula.

    • C. 

      Apabila kita berhati-hati dalam berbicara, ucapan yang keluar akan bermanfaat bagi orang.

    • D. 

      Kita harus menjaga kesehatan mulut agar terhindar dari berbagai kuman penyakit.

    • E. 

      Semua perkataan yang keluar dari mulut kita tentulah akan selalu mendatangkan manfaat.

  • 23. 
    Hal yang dibicarakan dalam kutipan tersebut adalah … .
    • A. 

      Bahan kain baik

    • B. 

      Penggunaan uang kas

    • C. 

      Rencana pengadaan perpisahan

    • D. 

      Ide yang bagus

    • E. 

      Hadiah untuk wali kelas

  • 24. 
    Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ... .
    • A. 

      Tidak seorang pun akan iri

    • B. 

      Itu tandanya kamu berseri-seri

    • C. 

      Carilah orang untuk menemani

    • D. 

      Banyak orang akan memuji

    • E. 

      Lihatlah saja sampai nanti

  • 25. 
    Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam kutipan tersebut adalah ... . .
    • A. 

      (tertegun panik), bagaimana ini Andri?

    • B. 

      (memandang Bibi) Sabar, ya, Paman?

    • C. 

      (menangis) mengapa polisi itu menangkapnya?

    • D. 

      (berjalan kian kemari) Mana telepon, ayo telepon

    • E. 

      (tak sabar) Ayo Andri, kita ke kantor polisi

  • 26. 
    • A. 

      Nasihat

    • B. 

      Jenaka

    • C. 

      Remaja

    • D. 

      Agama

    • E. 

      Duka

  • 27. 
    • A. 

      Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

    • B. 

      Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin

    • C. 

      Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

    • D. 

      Daun yang jatuh Tak pernah membenci angin

    • E. 

      Daun yang jatuh tak Pernah Membenci Angin

  • 28.