Product Knowledge Assessment For Asm & Rsm Reguler

40 Questions | Total Attempts: 352

SettingsSettingsSettings
Please wait...
Product Knowledge Assessment For Asm & Rsm Reguler

Assessment ini terdapat 40 soal pilihan ganda terkait dengan produk: Solusi Perlindungan Jiwa Solusi Perlindungan Kesehatan Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Solusi Dana Pendidikan Mandiri Elite Plan Offshore Mandiri Wealth Plan Mandiri Investasi Prestise + Lombard Odier Pilih lah 1 (satu) jawaban yang tepat & Selamat mengerjakan!


Questions and Answers
  • 1. 
    Berikut ini adalah pernyataan yang tepat mengenai perbedaan yang signifikan (manfaat & fitur produk) antara Mandiri Sejahtera Mapan dan MPS - Solusi Perlindungan Jiwa (Mandiri Perlindungan Sejahtera + rider AP)?
    • A. 

      Manfaat bagi Tertanggung. MSM: manfaat berupa UP jika Tertanggung meninggal dunia karena sebab apapun + manfaat Nilai Investasi yang berkembang sedangkan MPS - Solusi Perlindungan Jiwa: manfaat UP jika Tertanggung meninggal dunia karena sebab apapun + manfaat UP jika Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan + manfaat ketidakmampuan yang di derita Tertanggung karena kondisi kecelaaan + manfaat Nilai Investasi yang berkembang.

    • B. 

      Minimum total Premi Dasar pada MSM: Rp 2.500.000 / 250 USD sedangkan MPS - Solusi Perlindungan Jiwa: Rp 3.600.000 / 360 USD

    • C. 

      Biaya Akusisi pada MSM ada di 5 tahun pertama sedangkan pada MPS - Solusi Perlindungan Jiwa hanya ada di tahun pertama saja, sebesar 70% dari Premi Dasar. Serta pada MPS - Solusi Perlindungan Jiwa adanya biaya Top Up Berkala/Top Up Tunggal sebesar 2,5%

    • D. 

      Semua benar

  • 2. 
    Pak Banu (usia 52 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Jiwa (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan UP dasar Rp 450 juta & UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta. Pada saat usia 79 tahun, Pak Banu mengalami kecelakaan mobil dan dinyatakan meninggal dunia seketika. Apa saja manfaat yang akan diterima oleh termaslahat yang ditunjuk oleh Pak Banu atas kejadian tersebut?
    • A. 

      UP dasar Rp 450 juta + NI yang terbentuk

    • B. 

      UP dasar Rp 450 juta + UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

    • C. 

      UP dasar Rp 450 juta + 70% UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

    • D. 

      UP dasar Rp 450 juta + 50% UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

  • 3. 
    Tuan Ridwan usia 50 tahun membeli produk MPS - Solusi Perlindungan Jiwa (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung), UP dasar 500 juta dan UP tambahan 250 juta. Satu bulan setelah polis terbit Tuan Ridwan mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan kelumpuhan pada kaki kiri beliau. Berapa besar manfaat ketidakmampuan karena kecelakaan yang dapat diterima oleh Tuan Ridwan?
    • A. 

      Rp 250.000.000,-

    • B. 

      Rp 150.000.000,-

    • C. 

      Rp 125.000.000,-

    • D. 

      Rp 62.500.000,-

  • 4. 
    Nona Nina usia 25 tahun, memiliki MPS - Solusi Perlindungan Jiwa dengan premi tahunan Rp 40 juta (Premi Dasar Rp 20 juta & Premi Top Up Berkala Rp 20 juta) dan terus membayar hingga tahun ke-7. Dengan asumsi Nilai Investasi sbb:
    • Tahun ke-1 = Rp 28 juta
    • Tahun ke-2 = Rp 60 juta
    • Tahun ke-3 = Rp 96 juta
    • Tahun ke-4 = Rp 136 juta
    • Tahun ke-5 = Rp 147 juta
    • Tahun ke-6 = Rp 160 juta
    Pada tahun ke-6 Nona Nina melakukan penarikan dana sebesar: 81 juta. Berapa Loyalty Bonus yang akan diterima oleh Nona Nina pada awal ulang tahun polis ke-7?
    • A. 

      Rp 4,090,001

    • B. 

      Rp 3,090,001

    • C. 

      Rp 2,090,000

    • D. 

      Tidak mendapatkan loyalty bonus

  • 5. 
    Nyonya Danisa usia 32 tahun membeli MPS - Solusi Perlindungan Jiwa dengan pembayaran premi tahunan Rp 75 juta (dengan pembagian sbb:
    • Premi Dasar Berkala (RBP mix 80%) Rp 60.000.000
    • Premi Top Up Berkala Rp 15.000.000
    Di tahun ke-2 polis, Nyonya Danisa melakukan top up lumpsum sebesar Rp 100.000.000,-, maka potongan biaya top up pada tahun kedua adalah....
    • A. 

      Biaya Top Up Reguler Rp 525.000,- & Biaya Top Up Lumpsum Rp 1.500.000,-

    • B. 

      Biaya Top Up Reguler Rp 375.000,- & Biaya Top Up Lumpsum Rp 2.500.000,-

    • C. 

      Biaya Top Up Reguler Rp 725.000,- & Biaya Top Up Lumpsum Rp 3.500.000,-

    • D. 

      Biaya Top Up Reguler Rp 825.000,- & Biaya Top Up Lumpsum Rp 4.500.000,-

  • 6. 
    Tuan Anton berusia 43 tahun, memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan dengan plan C. Berapa manfaat maksimal yang dapat diterima oleh Tuan Anton, apabila Beliau mengalami risiko sakit dan dirawat inap di Unit Perawatan Intensif (ICU) ?
    • A. 

      Rp1.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 1 hari

    • B. 

      Rp14.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 7 hari

    • C. 

      Rp50.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 45 hari

    • D. 

      Semua jawaban salah

  • 7. 
    Seorang pasien rawat inap dengan diagnosa Kanker Prostat mendapat perawatan kemoterapi pada saat rawat inap. Apabila pasien tersebut memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan, maka biaya prosedur Kemoterapi tersebut akan masuk ke dalam biaya:
    • A. 

      Biaya Kamar dan Akomodasi

    • B. 

      Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit

    • C. 

      Biaya Perawatan Setelah Rawat Inap

    • D. 

      Biaya Perawatan Kanker Sesudah Rawat Inap

  • 8. 
    Nyonya Lita adalah pemegang polis produk MPS Solusi Perlidungan Kesehatan dimana plan yang dipilih di awal adalah Plan C. Pada suatu hari Nyonya Lita dinyatakan mengidap Kanker getah bening dan dirawat inap. Selanjutnya Nyonya Lita harus menjalankan kemoterapi sebagai bagian dari prosedur pemulihannya, maka pernyataan di bawah ini yang tepat adalah...
    • A. 

      Biaya perawatan Kanker sesudah Rawat inap dengan plafond sebesar Rp150 juta

    • B. 

      Apabila Nyonya Lita menggunakan manfaat perawatan kanker sesudah rawat inap, maka manfaat biaya perawatan setelah rawat inap di RS tidak dapat digunakan

    • C. 

      Manfaat Perawatan kanker ini pertama kali harus dirawat inap, namun untuk perawatan selanjutnya tidak perlu rawat inap kembali

    • D. 

      Seluruh jawaban benar

  • 9. 
    Seorang nasabah setia AXA Mandiri berusia 50 tahun memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan selama 6 tahun. Polis yang dimilikinya adalah plan D. Memasuki polis tahun ke-7 untuk pertama kalinya nasabah tersebut mengalami keluhan sakit, dan sakit yang dideritanya adalah Stroke Ishcemic. Dengan sangat terpaksa nasabah tersebut harus rawat inap selama 3 hari di ICU, dan 5 hari di ruang rawat biasa. Dengan kondisi tersebut, berapa manfaat maksimum yang diterima oleh nasabah tersebut untuk rawat inap dan ICU?
    • A. 

      Rp10.000.000 (rawat inap biasa) + Rp6.000.000 (ICU)

    • B. 

      Rp10.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

    • C. 

      Rp14.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

    • D. 

      Rp20.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

  • 10. 
    Apabila ada seorang nasabah yang memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan plan C, mengalami rawat inap, namun asuransi yang digunakan adalah yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Nasabah tersebut ingin mengajukan manfaat COB ke AXA Mandiri, dengan rincian manfaat yang dicover oleh asuransi lain adalah sebagai berikut:
    • Tagihan Biaya Kamar RS ABC: Rp5.000.000 (Rp1.000.000 per hari)
    • Total Biaya Kamar yang telah dicover oleh Asuransi lain: Rp. 4.000.000
    • Tagihan Biaya Kunjungan Dokter: Rp3.500.000 (Rp700.000 per hari)
    • Total Biaya Kunjungan Dokter yang telah dicover oleh Asuransi lain : Rp2.500.000
    • Tagihan Biaya Pemeriksaan lab: Rp2.300.000
    • Biaya pemeriksaan lab yang telah dicover oleh Asuransi lain: Rp. 2.000.000
    Maka berapa besar manfaat COB yang dicover oleh AXA Mandiri?
    • A. 

      Rp4.300.000

    • B. 

      Rp7.000.000

    • C. 

      Rp2.300.000

    • D. 

      Rp10.800.000

  • 11. 
    Boni memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan plan A. Pada suatu hari, Boni mengalami kecelakaan pada saat memperbaiki antena televisi yang menyebabkan kaki kanannya patah. Segera setelah kejadian itu Boni dibawa ke RS dengan menggunakan ambulans, dan mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) selama 4.5 jam. Berdasarkan informas tersebut, manakah pernyataan di bawah ini yang benar ?
    • A. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya ambulans sebesar Rp200.000

    • B. 

      Boni mendapat pergantian biaya perawatan darurat sebesar maksimal Rp3.500.000

    • C. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya sebesasr 80% dari total biaya perawatan yang timbul

    • D. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya rawat jalan darurat karena kecelakaan sesuai plan yang telah dipilih

  • 12. 
    Ibu Mia (usia 50 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan UP dasar Rp 400 juta, UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 400 juta. Pada saat usia 55 tahun, Ibu Mia mengalami kanker payudara stadium akhir. Apa saja manfaat yang akan diterima oleh Ibu Mia atas kejadian tersebut?
    • A. 

      UP dasar Rp 400 juta + UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 400 juta + NI yang terbentuk

    • B. 

      UP dasar Rp 400 juta + UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 200 juta

    • C. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 200 Juta

    • D. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 800 juta

  • 13. 
    Ibu Gina (usia 35 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan UP dasar Rp 750 juta, UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta. Pada saat usia 40 tahun Ibu Gina klaim kanker karsinoma in situ (stadium awal), pada usia 50 tahun Ibu Gina mengalami kanker rahim stadium akhir. Berapa manfaat yang akan diterima oleh Ibu Gina atas kejadian kanker rahim stadium akhir tersebut?
    • A. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 250 juta

    • B. 

      Tidak ada manfaat yang dibayarkan

    • C. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 1 miliar

    • D. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 500 juta

  • 14. 
    Bapak Carles (usia 55 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan UP dasar Rp 750 juta, UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta. Pada saat usia 57 tahun Bapak Carles klaim kanker karsinoma in situ organ tertentu (stadium awal), pada usia 58 tahun Bapak Carles mengalami kanker melanoma dini (stadium awal). Berapa manfaat yang akan diterima oleh Bapak Carles atas kejadian kanker melanoma dini tersebut?
    • A. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 250 juta

    • B. 

      Tidak ada manfaat yang dibayarkan

    • C. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis Rp 1 miliar

    • D. 

      UP Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 500 juta

  • 15. 
    Perhatikan pernyataan dibawah ini: I. Tertanggung akan mendapatkan 100% UP Asuransi Tambahan II. Melindungi 55 kondisi kritis stadium awal III. Dapat dilakukan 2x klaim atau 200% UP untuk kondisi kritis stadium awal yang berbeda jenis dan kriteria IV. Pertanggungan berakhir bila manfaat 200% UP telah diberikan V. Tertanggung akan mendapatkan 200% UP Asuransi Tambahan VI. Melindungi 56 kondisi kritis stadium akhir VII. Jika sudah klaim kondisi kritis stadium awal maka Tertanggung hanya dapatkan sisa UP Manakah dari pernyataan diatas yang merupakan ketentuan manfaat bagi Nasabah untuk kondisi kritis Stadium Akhir?
    • A. 

      I, II, III

    • B. 

      II, III, IV

    • C. 

      I, II, III, IV

    • D. 

      IV, V, VI, VII

  • 16. 
    Ibu Ani (usia 45 tahun) merupakan Nasabah AXA Mandiri yang memiliki Solusi Perlindungan Penyakit Kritis sebagai Pemegang Polis & Tertanggung dan sudah issued sejak tanggal 1 Februari 2019, sbb:
    • Uang Pertanggungan Asuransi Dasar : Rp 700 juta
    • Maslahat tambahan meninggal dunia / ketidakmampuan karena kecelakaan : Rp 250 juta
    • Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Penyakit Kritis : Rp 700 juta
    Pada tanggal 15 Juni 2019, Ibu Ani mengalami serangan jantung dan dilakukan pemasangan alat pacu jantung (stadium awal) lalu pada tanggal 27 Oktober 2019, Ibu Ani menjalani angioplasti (kondisi kritis tambahan). Kemudian pada tanggal 5 Desember 2019, Ibu Ani menjalani operasi penggantian katup jantung (stadium akhir). Berapa total manfaat perlindungan penyakit kritis yang dapat Ibu Ani klaim?
    • A. 

      Rp 700 juta (hanya 100% UP Asuransi Tambahan karena kondisi kritis stadium awal)

    • B. 

      Rp 1,4 milyar (100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium awal + 100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium akhir)

    • C. 

      Rp 1.470.000.000 (100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium awal + 10% UP Asuransi Tamabahan kondisi kritis tambahan + 100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium akhir)

    • D. 

      Rp 1.540.000.000 (100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium awal + 20% UP Asuransi Tamabahan kondisi kritis tambahan + 100% UP Asuransi Tambahan kondisi kritis stadium akhir)

  • 17. 
    Ibu Ani (usia 45 tahun) merupakan Nasabah AXA Mandiri yang memiliki Solusi Perlindungan Penyakit Kritis sebagai Pemegang Polis & Tertanggung dan sudah issued sejak tanggal 1 Februari 2019, sbb:
    • Uang Pertanggungan Asuransi Dasar : Rp 700 juta
    • Maslahat tambahan meninggal dunia / ketidakmampuan karena kecelakaan : Rp 250 juta
    • Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Penyakit Kritis : Rp 700 juta
    Pada tanggal 15 Juni 2019, Ibu Ani mengalami serangan jantung dan dilakukan pemasangan alat pacu jantung (stadium awal) lalu pada tanggal 27 Oktober 2019, Ibu Ani menjalani angioplasti (kondisi kritis tambahan). Kemudian pada tanggal 5 Desember 2019, Ibu Ani menjalani operasi penggantian katup jantung (stadium akhir). Pada usia 47 tahun, Ibu Ani mengalami kecelakaan dan menyebabkan Ibu Ani meninggal dunia di tempat kejadian. Berapa total Uang Pertanggungan yang akan diterima oleh Ahli Waris?
    • A. 

      Rp 2.000.000.000,-

    • B. 

      Rp 2.320.000.000,-

    • C. 

      Rp 2.400.000.000,-

    • D. 

      Rp 2.420.000.000,-

  • 18. 
    Perhatikan pernyataan dibawah ini: I. Tertanggung akan mendapatkan 100% UP Asuransi Tambahan II. Melindungi 55 kondisi kritis stadium awal III. Dapat dilakukan 2x klaim atau 200% UP untuk kondisi kritis stadium awal yang berbeda jenis dan kriteria IV. Pertanggungan berakhir bila manfaat 200% UP telah diberikan V. Tertanggung akan mendapatkan 200% UP Asuransi Tambahan VI. Melindungi 56 kondisi kritis stadium akhir VII. Jika sudah klaim kondisi kritis stadium awal maka Tertanggung hanya dapatkan sisa UP Manakah dari pernyataan diatas yang merupakan ketentuan manfaat bagi Nasabah untuk kondisi kritis Stadium Awal?
    • A. 

      I, II, III

    • B. 

      I, II, III, IV

    • C. 

      II, III, IV

    • D. 

      IV, V, VI, VII

  • 19. 
    Pemegang Polis = Tertanggung, berusia 40 tahun, memiliki anak usia 2 tahun saat polis terbit. Polis yang dipilih adalah SDP plan silver, dengan premi dasar 12 juta/tahun, dan top up berkala 12 juta/tahun. Saat nasabah berusia 45 tahun, terjadi risiko cacat total tetap, maka manfaat yang diterima adalah...
    • A. 

      Perlindungan pembayaran premi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total premi 12 juta/tahun, selama 20 tahun

    • B. 

      Perlindungan pembayaran premi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total premi 12 juta/tahun, selama 11 tahun

    • C. 

      Perlidungan pembayaran premi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total premi 24 juta/tahun selama 20 tahun

    • D. 

      Perlindungan pembayaran premi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total premi 24 juta/tahun selama 11 tahun

  • 20. 
    Pemegang Polis (PP) ≠ Tertanggung (TT). PP adalah wanita berusia 60 tahun, dan TT adalah wanita berusia 35 tahun, polis yang dimiliki adalah SDP plan Gold. Premi dasar yang dibayarkan adalah sebesar 20 juta/tahun, dengan top up berkala 10 juta/tahun. Pada saat TT berusia 39 tahun nasabah mengidap penyakit Kanker Otak stadium IV, maka, manfaat yang akan diterima oleh nasabah jika saat polis dibuka anak nasabah (termaslahat) berusia 9 tahun...
    • A. 

      Perlindungan pembayaran premi plus gold 20 juta/tahun dan santunan dana pendidikan total premi 30 juta/tahun selama 5 tahun

    • B. 

      Perlindungan pembayaran premi plus gold 20 juta/tahun dan santunan dana pendidikan total premi 30 juta/tahun selama 9 tahun

    • C. 

      Perlindungan dana pendidikan total premi 30 juta/tahun selama 5 tahun

    • D. 

      Perlindungan dana pendidikan total premi 30 juta/tahun selama 9 tahun

  • 21. 
    Apabila Pemegang Polis (PP) ≠ Tertanggung (TT), PP berusia 52 tahun, TT berusia 24 tahun, termaslahat berusia 1 tahun. Plan yang dimiliki adalah SDP Plan Gold, dengan UP sebesar Rp500 juta, UP maslahat tambahan Rp225 juta, dan Premi tahunan sebesar 40 juta. Pada usia polis ke-5 PP mengalami kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total (disability), maka manfaat apa saja yang akan diterima oleh nasabah ?
    • A. 

      UP maslahat tambahan Rp225 juta + Santunan Dana Pendidikan selama 17 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • B. 

      UP maslahat tambahan Rp225 juta + Santunan Dana Pendidikan selama 12 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • C. 

      Perlindungan Pembayaran Premi Plus selama 17 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • D. 

      Perlindungan Pembayaran Premi Plus selama 12 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

  • 22. 
    Apabila seorang nasabah Bank Mandiri berusia 28 tahun dan ingin memiliki polis SDP plan Gold. Kemampuan membayar premi adalah sebesar Rp 30 juta/tahun, maka komposisi RBP mix yang ideal sesuai dengan ketentuan adalah…
    • A. 

      RBP 9 juta, RTU 21 juta

    • B. 

      RBP 12 juta, RTU 18 juta

    • C. 

      RBP 15 juta, RTU 15 juta

    • D. 

      RBP 18 juta, RTU 12 juta

  • 23. 
    Pemegang Polis (PP) adalah nasabah berusia 55 tahun, dan Tertanggung (TT) berusia 30 tahun, termaslahat berusia 2 tahun, memiliki polis SDP plan silver dengan UP sebesar Rp450 juta, dan premi tahunan sebesar Rp30 juta/tahun. Maka dalam menghitung biaya pertanggungan, khususnya perlindungan pembayaran premi plus, annuity factor yang digunakan mengacu pada masa perlindungan selama...
    • A. 

      10 tahun

    • B. 

      16 tahun

    • C. 

      18 tahun

    • D. 

      20 tahun

  • 24. 
    Manakah dibawah ini yang merupakan solusi yang tepat bagi Nasabah yang sedang merencanakan pendidikan (kuliah) untuk anaknya di Luar Negeri?
    • A. 

      Menawarkan Nasabah produk MEP dengan mata uang US Dollar & memilih offshore fund sebagai investasinya

    • B. 

      Pembayaran premi berkala untuk jangka panjang, agar nasabah mendapatkan Loyalty Bonus hingga tahun ke-8 yang dapat meningkatkan Nilai Investasi Nasabah

    • C. 

      Menginformasikan bahwa mata uang global semakin menguat sehingga merupakan solusi terbaik untuk Nasabah berinvestasi terutama dalam perencanaan pendidikan anak di Luar Negeri

    • D. 

      Semuanya benar

  • 25. 
    Pak Andreas berusia 40 tahun, memiliki Mandiri Elite Plan dengan Total Premi Berkala 25.000 USD / tahun (Premi Dasar Berkala : 5.000 USD / tahun dan Premi Top Up Berkala : 20.000 USD / tahun). Pak Andreas terus melakukan pembayaran setiap tahun hingga tahun ke 8. Berapa besar Loyalty Bonus yang akan diterima oleh Pak Andreas di akhir tahun ke-8 ?
    • A. 

      3.750 USD (yang kemudian dikonversikan dalam bentuk unit untuk ditambahkan ke dalam unit nasabah)

    • B. 

      4.750 USD (yang kemudian dikonversikan dalam bentuk unit untuk ditambahkan ke dalam unit nasabah)

    • C. 

      5.750 USD (yang kemudian dikonversikan dalam bentuk unit untuk ditambahkan ke dalam unit nasabah)

    • D. 

      6.750 USD (yang kemudian dikonversikan dalam bentuk unit untuk ditambahkan ke dalam unit nasabah)

Back to Top Back to top