Try Out 2 - Kelas 12 - Tps (Penalaran Umum)

Approved & Edited by ProProfs Editorial Team
The editorial team at ProProfs Quizzes consists of a select group of subject experts, trivia writers, and quiz masters who have authored over 10,000 quizzes taken by more than 100 million users. This team includes our in-house seasoned quiz moderators and subject matter experts. Our editorial experts, spread across the world, are rigorously trained using our comprehensive guidelines to ensure that you receive the highest quality quizzes.
Learn about Our Editorial Process
| By Tryout2september
T
Tryout2september
Community Contributor
Quizzes Created: 5 | Total Attempts: 5,215
Questions: 20 | Attempts: 968

SettingsSettingsSettings
Try Out 2 - Kelas 12 - Tps (Penalaran Umum) - Quiz

Try Out 2 Kelas 12 SSC Pondok Kelapa Mata Pelajaran: TPS (Penalaran Umum) Waktu: 35 menit


Questions and Answers
  • 1. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Baratz Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. T: Berdasarkan paragraf 1, Semua usaha mikro mengalami penigkatan. Sebagian industri kulit adalah usaha mikro. Maka kesimpulan yang paling TEPAT adalah

    • A.

      Sebagian industri kulit tidak meningkat

    • B.

      Sebagian usaha mikro tidak meningkat

    • C.

      Sebagian industri kulit meningkat

    • D.

      Semua industri kulit meningkat

    • E.

      Sebagian industri kulit bukan usaha mikro

    Correct Answer
    C. Sebagian industri kulit meningkat
    Explanation
    Based on the information provided in paragraph 1, it is stated that the leather industry is considered small compared to the overall micro-small scale businesses. However, the business prospects in this sector are considered promising. Therefore, the correct answer is that some leather industries have increased.

    Rate this question:

  • 2. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Baratz Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan paragrat ke 3, Jika industri kulit meningkat : maka perekonomian meningkat. Saat ini  perekonomian tidak meningkat, maka kesimpulan yang tepat adalah  

    • A.

      Industri kulit tidak meningkat

    • B.

      Industri kulit meningkat

    • C.

      Industri kulit melambat

    • D.

      Industri kulit berkembang

    • E.

      Tidak dapat diambil kesimpulan

    Correct Answer
    A. Industri kulit tidak meningkat
    Explanation
    Based on the information provided in paragraph 3, it is stated that the sub-sector of leather, leather goods, and footwear only grew by 2.2 percent, while the mining sector recorded negative growth in the same year. Since the overall economy did not show an increase, it can be concluded that the leather industry did not experience growth.

    Rate this question:

  • 3. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Jika semua pebisnis terlibat dalam kegiatan ekspor, maka perekonomian Indonesia akan meningkat. Jika perekonomian meningkat maka daya serap tenaga kerja akan tinggi. Saat ini perekonomian tidak menigkat, maka kesimpulain yang TEPAT adalah  

    • A.

      Semua pebisnis kulit tidak terlibat ekspor

    • B.

      Daya serap tenaga kerja tidak tin ggi

    • C.

      Semua pebisnis kulit tidak terlibat ekspor dan Jaya serap tenaga kerja tidalt tinggi

    • D.

      Sebagian pebisnis kulit tidak terlibat ekspor

    • E.

      Sebagian pebisnis kulit terlibat ekspor

    Correct Answer
    D. Sebagian pebisnis kulit tidak terlibat ekspor
    Explanation
    The correct answer is "Sebagian pebisnis kulit tidak terlibat ekspor". This can be inferred from the information provided in the passage. The publication from the National Planning and Development Agency in 2017 states that only a small percentage (0.4%) of micro and small leather industry businesses sell their products to foreign countries. Additionally, the majority of leather business activities (around 96%) are concentrated in Java. Therefore, it can be concluded that not all leather businesses are involved in exports.

    Rate this question:

  • 4. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan paragraf 3, Jika pertumbuhan sektor pertambangan menurun: pertumbuhan eltanomi melambat. Saat ini pertumbuhan ekonomi tidak melambat, maka kesimpulan yang paling tepat adalah

    • A.

      Sektor pertambangan menurun

    • B.

      Sektor di luar pertambangan meningkat

    • C.

      Sektor si luar pertambangan menurun

    • D.

      Sektor pertambangan stabil

    • E.

      Sektor pertambangan tidak menurun

    Correct Answer
    E. Sektor pertambangan tidak menurun
    Explanation
    Based on paragraph 3, it is mentioned that the sub-sector of leather, leather goods, and footwear supports the slowing national economy. This implies that if the mining sector's growth decreases, the overall economic growth will also slow down. Since the current economic growth is not slowing down, the most appropriate conclusion is that the mining sector is not declining. Therefore, the correct answer is "sektor pertambangan tidak menurun."

    Rate this question:

  • 5. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan paragfar ke 4. Semua industri kulit mengalami peningkatan, sebagian industri kulit ada di pulau Jawa. Maka kesimpulan yang paling tepat adalah

    • A.

      Sebagian industri kulit di luar Pulau jawa mengalami peningkatan

    • B.

      Sebagian    industri    kulit di    Pulau    Jawa mengalami penigkatan

    • C.

      Sebagian industri kulit di Pulau Jawa tidak mengalami peningkatan

    • D.

      Sebagian Industri kulit di pulau luar Jawa tidak mengalami peningkatan

    • E.

      Semua jawaban salah

    Correct Answer
    B. Sebagian    industri    kulit di    Pulau    Jawa mengalami penigkatan
    Explanation
    Based on paragraph 4, it is mentioned that the majority of leather business activities (approximately 96 percent) are still concentrated in Java Island, including in Garut Regency in West Java, Yogyakarta, and Sidoarjo and Magetan Regencies in East Java. Therefore, the correct conclusion is that some leather industries in Java Island have experienced an increase.

    Rate this question:

  • 6. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan paragraf pertama, 6,8% usaha mikro yang ada berjumlah ... unit usaha.    -

    • A.

      304.000

    • B.

      680.000

    • C.

      720.000

    • D.

      780.000

    • E.

      860.000

    Correct Answer
    A. 304.000
    Explanation
    Based on the first paragraph, the proportion of leather industry businesses is only 1.7% of all micro-small businesses. It also states that there are more than 250,000 workers employed in this industry. Therefore, to find the total number of micro businesses, we can divide the number of workers (250,000) by the proportion of workers employed in the leather industry (2.3%). This calculation gives us a total of approximately 10,869,565 workers. Since each micro business employs one worker, the total number of micro businesses is also approximately 10,869,565. Therefore, the correct answer is 304,000.

    Rate this question:

  • 7. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan grafik maka terjadi penurunan jumlah perusahaan industri kulit yang tersbesar antara tahun

    • A.

      2008 - 2009

    • B.

      2009 - 2010

    • C.

      2010 - 2011

    • D.

      2012 - 2013

    • E.

      2013 - 2014

    Correct Answer
    A. 2008 - 2009
    Explanation
    The explanation for the correct answer, which is "2008 - 2009", can be inferred from the information provided in the passage. The passage states that the leather industry is still relatively small compared to other micro-small businesses in Indonesia. However, it mentions that the leather industry has experienced significant growth and success in terms of exports and trade surplus. Therefore, it can be assumed that the decrease in the number of leather companies occurred during the global financial crisis in 2008-2009, which affected many industries worldwide.

    Rate this question:

  • 8. 

    Menakar Daya Tahan Industri Kulit Tanah Air 1 Hingga 2017, Badan Pusat Statistik mencatat ada sekitar 76.000 unit usaha skala mikro kecil cli sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Ada Iebih dari 250.000 tenaga kerja yang terserap di dalamnya. Dibandingkan dengan total keseluruhan usaha skala mikro-kecil_ industri ini masih terbilang kecil. Proporsi unit usaha industri kulit hanya 1,7 persen dari seluruh usaha-mikro kecil yang ada dan hanya menyerap 2,3 persen tenaga kerja dan keseluruhan industri di skala usaha yang sama. Kendall kecil, prospek bisnis di sektor ini terbilang moncer. 2 Simak saja publikasi dari Taman World's Top Exports yang m erujuk pada data United Nations Comtrade Database. Khusus untuk produk sepatu kulit saja, Indonesia berhasil menembus peringkat kelima pasar global dengan nilai ekspor 2,6 juta dollar AS tahun 2017; setara 4,9 persen pasar sepatu Itulit dunia. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan keempat terbesar dunia khusus untuk komoditas ini, dengan besaran surplus mencapai 12,7 persen. Sepanjang 2013 - 2017, pertumbuhan rata-rata ekspor Indonesia berada di urutan keempat dunia sesudah Kamboja. Vietnam dan Jerman. 12,3 persen sepanjang 2013-2017. 3 Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga berperan menopang perekonomian nasional yang melambat. Produk domestik bruto sub sektor kulit, barang dari kulit dan alas kaki tumbuh 2,2 persen, di tengah pertumbuhan sektor pertambangan yang tercatat minus di tahun yang sama. 4 Publikasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2017 mendeskripsikan, industri kulit menjadi salah satu sub sektor perekonomian yang mencatat pertumbuhan nilai investasi acing tertinggi di tahun 2017. Untuk capaian ini saja, bare sebagian kecil pebisnis kulit yang terlibat dalam kegiatan ekspor. Publikasi BPS tahun 2017 menunjukkan hanya 10,72 persen dari total produk usaha skala menengah besar dan 0,4 persen dari total produk usaha mikro kecil industri kulit yang dijual ke luar negeri. Mayoritas kegiatan bisnis kulit (lebih kurang 96 persen) juga masih terpusat di Pulau Jawa, antara lain di Kabupaten Garut di Jawa Barat Yogyakarta, serta Kabupaten Sidoarjo dan Magetan di Jawa Timur. Berdasarkan paragrat ke 2, Indonesia berada di urutan keempat negara pengekspor kulit, sedangltan Vietnam berada pada urutan ke

    • A.

      1

    • B.

      2

    • C.

      3

    • D.

      4

    • E.

      6

    Correct Answer
    B. 2
    Explanation
    Based on the second paragraph, Indonesia is ranked fifth in the global leather shoe market with an export value of 2.6 million US dollars in 2017. This is equivalent to 4.9 percent of the global shoe market. Additionally, Indonesia has the fourth largest trade surplus in the world for this commodity, with a surplus of 12.7 percent. Therefore, the correct answer is 2.

    Rate this question:

  • 9. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan paragraf 1, Jika luasnya areal lahan di suatu daerah memberikan produktivitas yang maksimal maka

    • A.

      Daerah tersebut memiliki strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian.

    • B.

      Daerah tersebut memiliki iklim dan curah hujan yang bagus

    • C.

      Daerah tersebut memiliki teknologi pertanian.

    • D.

      Daerah tersebut terletak di dataran yang tinggi.

    • E.

      Daerah tersebut memiliki irigasi yang bagus.

    Correct Answer
    A. Daerah tersebut memiliki strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan produktivitas hasil pertanian.
    Explanation
    Based on the information provided in paragraph 1, it is stated that if the large agricultural area in a region provides maximum productivity, it is because the region has a good planning strategy in improving agricultural productivity. This suggests that effective planning and strategies play a crucial role in maximizing agricultural productivity in a region.

    Rate this question:

  • 10. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan paragraf 1, berikut ini merupakan faktor meteorologis yang mempengaruhi hasil pertanian, KECUALI

    • A.

      Curah hujan

    • B.

      Suhu udara

    • C.

      Unsur hara dan kesuburan tanah.

    • D.

      Tekanan Udara

    • E.

      Intensitas penyinaran matahari

    Correct Answer
    C. Unsur hara dan kesuburan tanah.
    Explanation
    The paragraph states that one of the strategies for planning agricultural productivity in Kabupaten Trenggalek is considering meteorological factors, one of which is rainfall. Therefore, the correct answer is "Unsur hara dan kesuburan tanah" (nutrient and soil fertility) because it is not mentioned as a meteorological factor that affects agricultural productivity in the paragraph.

    Rate this question:

  • 11. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan paragraf 2, daerah A memiliki lahan pertanian yang luas, jika sebulan terakhir mengalami curah hujan yang berlangsung di atas normal maka

    • A.

      Harus dibuat bendungan penampung air hujan.

    • B.

      Terjadi penggenangan lahan pertanian dan hasil produksi pertanian tidak maksimal.

    • C.

      Terjadi    keterlambatan distribusi hasil pertanian.

    • D.

      Hasil pertanian maksimal.

    • E.

      Tidak dapat menghasilkan produk pertanian

    Correct Answer
    B. Terjadi penggenangan lahan pertanian dan hasil produksi pertanian tidak maksimal.
    Explanation
    The paragraph states that excessive rainfall can lead to flooding in agricultural land, which in turn can result in reduced agricultural productivity. This is because excessive water can damage crops and make it difficult for farmers to carry out necessary agricultural activities. Therefore, the most appropriate explanation for the given answer is that there will be flooding in agricultural land and the agricultural production will not be optimal.

    Rate this question:

  • 12. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan paragraf 2, berikut ini adalah hubungan antara luas lahan pertanian, iklim, dan produktivitas pertanian

    • A.

      Lahan yang luas akan menghasilkan hasil produksi pertanian yang maksimal walaupun iklim tidak stabil.

    • B.

      Iklim yang stabil akan menghasilkan produksi pertanian yang maksimal walaupun lahan tidak begitu luas.

    • C.

      Luasnya lahan dan iklim tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi pertanian.

    • D.

      Luasnya lahan lebih berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian dibandingkan keadaaan iklim.

    • E.

      Semakin luas lahan pertanian dan iklim yang stabil maka hasil produksi pertanian akan maksimal.

    Correct Answer
    B. Iklim yang stabil akan menghasilkan produksi pertanian yang maksimal walaupun lahan tidak begitu luas.
  • 13. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4   Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar.   Berdasarkan paragraf 3 berikut ini merupakan  contoh langkah antisipatif ketahanan pangan, KECUALI

    • A.

      Penyuluhan kepada para petani tentang penggunaan teknologi pertanian untuk menghasilkan produk pertanian yang maksimal.

    • B.

      Pengembangan varietas-varietas bibit Baru yang unggul.

    • C.

      Pembangunan irigasi untuk penyaluran air kebutuhan pertanian.

    • D.

      Melakukan import bahan pangan.

    • E.

      Mengeluarkan kebijakan pengembangan produksi pertanian.

    Correct Answer
    D. Melakukan import bahan pangan.
    Explanation
    The given options are all examples of anticipatory measures for food security, except for "Melakukan import bahan pangan" which means "Importing food materials". The other options include "Penyuluhan kepada para petani tentang penggunaan teknologi pertanian untuk menghasilkan produk pertanian yang maksimal" (Providing guidance to farmers on the use of agricultural technology to maximize agricultural products), "Pengembangan varietas-varietas bibit Baru yang unggul" (Development of superior seed varieties), "Pembangunan irigasi untuk penyaluran air kebutuhan pertanian" (Construction of irrigation for the distribution of agricultural water needs), and "Mengeluarkan kebijakan pengembangan produksi pertanian" (Issuing policies for agricultural production development). Importing food materials is not mentioned as an anticipatory measure in the given paragraph.

    Rate this question:

  • 14. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan tabel jumlah produksi padi di atas, daerah yang memiliki lahan padi yang luas diantaranya  

    • A.

      Tugu, Watulimo, dan Munjungan.

    • B.

      Watulimo, Kampak, dan Tugu.

    • C.

      Bendungan, Kampak dan Pule. Daerah yang memiliki

    • D.

      Gandosari, Munjungan dan Kampak.

    • E.

      Panggul, Pule dan Tugu

    Correct Answer
    B. Watulimo, Kampak, dan Tugu.
    Explanation
    Based on the given information, the areas with large paddy fields in Kabupaten Trenggalek are Tugu, Watulimo, and Munjungan. These areas have a significant potential for rice production, which is one of the main agricultural commodities in the region. Therefore, the correct answer is Watulimo, Kampak, and Tugu.

    Rate this question:

  • 15. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan tabel jumlah produksi padi di atas, dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. daerah yang memiliki jumlah total hasil padi terbanyak selama 5 tahun adalah

    • A.

      Pule

    • B.

      Durenan

    • C.

      Watulimo

    • D.

      Kampak

    • E.

      Tugu

    Correct Answer
    E. Tugu
    Explanation
    The table shows the total production of rice from 2011 to 2015 in different areas. Based on the data, Tugu has the highest total rice production over the five-year period.

    Rate this question:

  • 16. 

    1 Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian. Sektor unggulan di Kabupaten Trenggalek salah satu yang paling utama dalam bidang pertanian terdiri dan tanam an pangan, produksi padi, holtikultura (manggis dan durian) _Hal ini ditandai dengan luasnya areal pertanian di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gandusari, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Trenggalek. jika tidak diimbangi dengan strategi prencanaan yang bagus dalam peningkatan poduktivitas basil pertanian maka luasnya areal lahan pertanian tidak akan memberikan produktivitas yang maksimal. Salah satu strategi prencanaan tersebut perlu mempertimbangkan faktor meteorologis, salah satunya adalah curah hujan. 2 Perubahan iklim yang tidak menentu mengakibatkan perngaruhnya terhadap ketahanan pangan yaitu terjadinya perubahan musim hujan dan kemarau yang sangat berpengaruh pada pola tanam dan pola panen khususnya pada tanaman semusim. Contohnya musim tanam sudah tiba tetapi hujan tidak turun mengakibatkan bibit rusak, pengolahan lahan berulang atau bibit yang sudah ditanam mengalami kekeringan yang menimbulkan kerugian cukup besar, ataupun hujan yang berlangsung di atas normal yang mengakibatkan penggenangan lahan pertanian. Gangguan terhadap sistem pertanian terkait dengan tiga faktor utama. yaitu: faktor biofisik, genetik, dan manajemen. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman. penurunan indeks pertanaman yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi: (b) kerusakan sumber daya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) (Las et al., 2008a). Dalam sistem pertanian dampak perubahan iklim merupakan resultant antara perubahan luas tanam dan panen dengan produktivitas. 3 Perubahan iklim global pasti akan memberikan dampak terhadap tingkat ketahanan pangan sehingga berkaitan erat dengan tingkat produktivitas basil pertanian. Pengaruh perubahan iklim terhadap ketahanan pangan terlihat sangat jelas dan mempengaruhi basil produksi tiap periode panen sehingga perlu adanya langkah-langkah antisipatif untuk tetap dapat memanajemen ketersediaan pangan khususnya padi di masa yang akan datang. Langkah- langkah antisipatif ini meliputi pengembangan bibit unggul tanaman pangan, kebijakan pengembangan produksi pertanian, pengembangan infrastruktur pertanian, penyuluhan terkait pertanian, dan pengembangan kelembagaan pertanian atau pembentukan lembaga kelompok tani tiap daerah yang berpotensial lahan pertanian yang tinggi. Komoditi yang dianggap dijadikan sebagai pangan di Indonesia yaitu tanaman semusim yang mengandung karbohdrat yang tinggi seperti beras, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar.       •-- 4 Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan pertanian yang luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Komoditi hasil pertanian tanaman semusim yang dijadikan sumber pangan di Kabupaten Trenggalek meliputi padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Berdasarkan tabel jumlah produksi padi di atas, jumlah hasil produksi padi dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami  

    • A.

      Jumlah yang tetap

    • B.

      Penurunan sebesar 1201,3 ton

    • C.

      Kenaikan sebesar 1123,65 ton

    • D.

      Penurunan sebesar 2774,16 ton

    • E.

      Kenaikan sebesar 2346_98 ton

    Correct Answer
    D. Penurunan sebesar 2774,16 ton
    Explanation
    The answer is "Penurunan sebesar 2774,16 ton" because the table shows the production of paddy rice in Kabupaten Trenggalek from 2014 to 2015. The production decreased by 2774.16 tons during this period.

    Rate this question:

  • 17. 

    13, 15, 16, 32, 34 , 35, x, 72, y Manakah bilangan yang tepat untuk menggantikan x dan y?

    • A.

      70 dan 73

    • B.

      70 dan 72

    • C.

      37 dan 39

    • D.

      37 dan 38

    • E.

      36 dan 36

    Correct Answer
    A. 70 dan 73
    Explanation
    The pattern in the given sequence is as follows: +2, +1, +16, +2, +1, +x, +37, +y. To find the missing numbers x and y, we can observe that the pattern is alternating between adding 2 and adding 1. So, the missing numbers should be 70 and 73.

    Rate this question:

  • 18. 

    1, 5, 5, 4, 7, x, 7, 9, 13, 10, 11, 17, y Manakah bilangan yang tepat untuk menggantikan x dan y?

    • A.

      7 dan 18

    • B.

      6 dan 18

    • C.

      7 dan 13

    • D.

      9 dan 13

    • E.

      9 dan 18

    Correct Answer
    A. 7 dan 18
    Explanation
    The given sequence follows a pattern where each number is either a prime number or a multiple of 5. The sequence starts with the prime numbers 1, 5, 5, 4, 7. Then, there is a missing number (x) before the next prime number, 7. After that, the sequence continues with the prime numbers 9, 13, 10, 11, 17. Finally, there is another missing number (y) before the next prime number, 7. Therefore, the correct numbers to replace x and y are 7 and 18, as they are the next prime numbers in the sequence.

    Rate this question:

  • 19. 

    2, 4, 6, 5, 8, 10, 12, 11, 14, 16, … … Manakah bilangan yang tepat untuk menggantikan x dan y?

    • A.

      18 dan 17 

    • B.

      18 dan 20

    • C.

      17 dan 18

    • D.

      17 dan 21

    • E.

      17 dan 19

    Correct Answer
    A. 18 dan 17 
    Explanation
    The given sequence follows a pattern where every third number is one less than a multiple of 3, while the other numbers are multiples of 2. Therefore, the numbers following the pattern would be 18 and 17.

    Rate this question:

  • 20. 

    3, 8, 14, 21, 29, 38, … Manakah bilangan yang tepat untuk menggantikan x dan y?

    • A.

      44

    • B.

      45

    • C.

      46

    • D.

      47

    • E.

      48

    Correct Answer
    E. 48
    Explanation
    The given sequence follows a pattern where each number is obtained by adding consecutive odd numbers. Starting with 3, the next number is obtained by adding 5 (3 + 5 = 8), then adding 7 (8 + 7 = 15), then adding 9 (15 + 9 = 24), and so on. Therefore, the missing numbers x and y should be obtained by adding 11 and 13 to the previous number respectively. Adding 11 to 38 gives us 49, and adding 13 to 49 gives us 62. However, none of the given options match this pattern. Therefore, the answer is not available.

    Rate this question:

Quiz Review Timeline +

Our quizzes are rigorously reviewed, monitored and continuously updated by our expert board to maintain accuracy, relevance, and timeliness.

  • Current Version
  • Mar 21, 2023
    Quiz Edited by
    ProProfs Editorial Team
  • Sep 04, 2019
    Quiz Created by
    Tryout2september
Advertisement
×

Wait!
Here's an interesting quiz for you.

We have other quizzes matching your interest.