Product Knowledge Assessment For Asm & Rsm Syariah

40 Questions | Total Attempts: 76

SettingsSettingsSettings
Please wait...
Product Knowledge Assessment For Asm & Rsm Syariah

Assessment ini terdapat 40 soal pilihan ganda terkait dengan produk: Solusi Perlindungan Jiwa Syariah Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah Solusi Dana Pendidikan Syariah Mandiri Elite Plan Syariah Wakaf Pilih lah 1 (satu) jawaban yang tepat & Selamat mengerjakan!


Questions and Answers
  • 1. 
    Berikut ini adalah pernyataan yang tepat mengenai perbedaan yang signifikan (manfaat & fitur produk) antara Mandiri Rencana Sejahtera Syariah (MRSS) dan MPSS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah (Mandiri Perlindungan Sejahtera + rider AP)?
    • A. 

      Manfaat bagi Tertanggung. MRSS: manfaat berupa Santunan Asuransi jika Tertanggung meninggal dunia karena sebab apapun + manfaat Nilai Investasi yang berkembang sedangkan MPSS - Solusi Perlindungan Jiwa: manfaat Santunan Asuransi jika Tertanggung meninggal dunia karena sebab apapun + manfaat Santunan Asuransi jika Tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan + manfaat ketidakmampuan yang di derita Tertanggung karena kondisi kecelaaan + manfaat Nilai Investasi yang berkembang

    • B. 

      Minimum total Kontribusi Dasar pada MRSS: Rp 2.500.000 sedangkan MPSS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah: Rp 3.600.000

    • C. 

      Ujrah Akusisi pada MRSS ada di 5 tahun pertama sedangkan pada MPSS - Solusi Perlindungan Jiwa hanya ada di tahun pertama saja, sebesar 70% dari Kontribusi Dasar. Serta pada MPS - Solusi Perlindungan Jiwa adanya ujrah Top Up Berkala/Top Up Tunggal sebesar 2,5%

    • D. 

      Semua benar

  • 2. 
    Pak Banu (usia 52 tahun) memiliki produk MPSS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan santunan asuransi Rp 450 juta & santunan tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta. Pada saat usia 79 tahun, Pak Banu mengalami kecelakaan mobil dan dinyatakan meninggal dunia seketika. Apa saja manfaat yang akan diterima oleh termaslahat yang ditunjuk oleh Pak Banu atas kejadian tersebut?
    • A. 

      Santunan asuransi Rp 450 juta + NI yang terbentuk

    • B. 

      Santunan asuransi Rp 450 juta + UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

    • C. 

      Santunan asuransi Rp 450 juta + 70% UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

    • D. 

      Santunan asuransi Rp 450 juta + 50% UP tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta + NI yang terbentuk

  • 3. 
    Bapak Rusdi usia 45 tahun, memiliki MPS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah dengan kontribusi tahunan Rp 50 juta (Kontribusi Dasar Rp 25 juta & Kontribusi Top Up Rp 25 juta) dan terus membayar hingga tahun ke-7.Dengan asumsi Nilai Investasi sbb:
    • Tahun ke-1 = Rp 29 juta
    • Tahun ke-2 = Rp 60 juta
    • Tahun ke-3 = Rp 86 juta
    • Tahun ke-4 = Rp 125 juta
    • Tahun ke-5 = Rp 160 juta
    • Tahun ke-6 = Rp 170 juta
    Pada tahun ke-3 dan ke-4 Bapak Rusdi melakukan penarikan dana masing-masing sebesar : 20 juta. Berapa Loyalty Bonus yang akan diterima oleh Bapak Rusdi pada awal ulang tahun polis ke-7?
    • A. 

      Rp4,100,001

    • B. 

      Rp3,100,001

    • C. 

      Rp2,100,000

    • D. 

      Tidak mendapatkan loyalty bonus

  • 4. 
    Nyonya Danisa usia 32 tahun membeli MPS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah dengan pembayaran kontribusi berkala Rp 75 juta (dengan pembagian sbb:
    • Kontribusi dasar (RBP mix 80%) Rp 60.000.000
    • Kontribusi Top Up Berkala Rp 15.000.000
    Di tahun ke-2 polis, Nyonya Danisa melakukan top up lumpsum sebesar Rp 100.000.000,-, maka potongan ujrah top up pada tahun kedua adalah....
    • A. 

      Ujrah Top Up Reguler Rp 525.000,- & Ujrah Top Up Lumpsum Rp 1.500.000,-

    • B. 

      Ujrah Top Up Reguler Rp 375.000,- & Ujrah Top Up Lumpsum Rp 2.500.000,-

    • C. 

      Ujrah Top Up Reguler Rp 725.000,- & Ujrah Top Up Lumpsum Rp 3.500.000,-

    • D. 

      Ujrah Top Up Reguler Rp 825.000,- & Ujrah Top Up Lumpsum Rp 4.500.000,-

  • 5. 
    Ibu Dona (usia 40 tahun) memiliki polis MPS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah sejak 1 Januari 2019, dengan kontribusi Rp 48 juta per tahun dan alokasi RBP mix 70%. Apabila 13 Februari 2023, Ibu Dona mengajukan cuti kontribusi. Berapa besar ujrah cuti kontribusi yang dibebankan kepada Ibu Dona?
    • A. 

      Rp33,600,000

    • B. 

      Rp16,800,000

    • C. 

      Rp18,000,000

    • D. 

      Tidak dikenakan ujrah cuti kontribusi

  • 6. 
    Bapak Andra (usia 42 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah sejak 20 Desember 2018. Pada tanggal 26 Desember 2024, Bapak Andra mengajukan penutupan polis dengan total Nilai Investasi yang terbentuk sebesar Rp 120 juta. Berapa dana yang akan diterima oleh Beliau setelah dipotong ujrah penutupan polis?
    • A. 

      Rp108,000,000

    • B. 

      Rp96,000,000

    • C. 

      Rp84,000,000

    • D. 

      Rp66,000,000

  • 7. 
    Ibu Rita usia 35 tahun membeli MPS - Solusi Perlindungan Jiwa Syariah dengan pembayaran kontribusi tahunan Rp 40 juta, dengan pembagian sbb:
    • Kontribusi Dasar Berkala (RBP mix 70%) Rp 28.000.000
    • Kontribusi Top Up Berkala Rp 12.000.000
    Berapa potongan ujrah akuisisi & ujrah top up pada tahun pertama?
    • A. 

      Ujrah Akuisi Rp 10.000.000,- dan Ujrah Top Up Rp 500.000,-

    • B. 

      Ujrah Akuisi Rp 16.000.000,- dan Ujrah Top Up Rp 600.000,-

    • C. 

      Ujrah Akuisi Rp 15.000.000,- dan Ujrah Top Up Rp 600.000,-

    • D. 

      Ujrah Akuisi Rp 19.600.000,- dan Ujrah Top Up Rp 300.000,-

  • 8. 
    Tuan Anton berusia 43 tahun, memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah dengan plan C. Berapa manfaat maksimal yang dapat diterima oleh Tuan Anton, apabila Beliau mengalami risiko sakit dan dirawat inap di Unit Perawatan Intensif (ICU) ?
    • A. 

      Rp1.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 1 hari

    • B. 

      Rp14.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 7 hari

    • C. 

      Rp50.000.000 jika Pak Badu dirawat di ruang ICU selama 45 hari

    • D. 

      Semua jawaban salah

  • 9. 
    Seorang pasien rawat inap dengan diagnosa Kanker Prostat mendapat perawatan kemoterapi pada saat rawat inap. Apabila pasien tersebut memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah, maka biaya prosedur Kemoterapi tersebut akan masuk ke dalam biaya:
    • A. 

      Biaya Kamar dan Akomodasi

    • B. 

      Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit

    • C. 

      Biaya Perawatan Setelah Rawat Inap

    • D. 

      Biaya Perawatan Kanker Sesudah Rawat Inap

  • 10. 
    Nyonya Lita adalah pemegang polis produk MPS Solusi Perlidungan Kesehatan Syariah dimana plan yang dipilih di awal adalah Plan C. Pada suatu hari Nyonya Lita dinyatakan mengidap Kanker getah bening dan dirawat inap. Selanjutnya Nyonya Lita harus menjalankan kemoterapi sebagai bagian dari prosedur pemulihannya, maka pernyataan di bawah ini yang tepat adalah...
    • A. 

      Biaya perawatan Kanker sesudah Rawat inap dengan plafond sebesar Rp150 juta

    • B. 

      Apabila Nyonya Lita menggunakan manfaat perawatan kanker sesudah rawat inap, maka manfaat biaya perawatan setelah rawat inap di RS tidak dapat digunakan

    • C. 

      Manfaat Perawatan kanker ini pertama kali harus dirawat inap, namun untuk perawatan selanjutnya tidak perlu rawat inap kembali

    • D. 

      Seluruh jawaban benar

  • 11. 
    Seorang Peserta setia AXA Mandiri berusia 50 tahun memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah selama 6 tahun. Polis yang dimilikinya adalah plan D. Memasuki polis tahun ke-7 untuk pertama kalinya Peserta tersebut mengalami keluhan sakit, dan sakit yang dideritanya adalah Stroke Ishcemic. Dengan sangat terpaksa Peserta tersebut harus rawat inap selama 3 hari di ICU, dan 5 hari di ruang rawat biasa. Dengan kondisi tersebut, berapa manfaat maksimum yang diterima oleh Peserta tersebut untuk rawat inap dan ICU?
    • A. 

      Rp10.000.000 (rawat inap biasa) + Rp6.000.000 (ICU)

    • B. 

      Rp10.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

    • C. 

      Rp14.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

    • D. 

      Rp20.000.000 (rawat inap biasa) + Sesuai Tagihan (ICU)

  • 12. 
    Apabila ada seorang Peserta yang memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah plan C, mengalami rawat inap, namun asuransi yang digunakan adalah yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Peserta tersebut ingin mengajukan manfaat COB ke AXA Mandiri, dengan rincian manfaat yang dicover oleh asuransi lain adalah sebagai berikut:
    • Tagihan Biaya Kamar RS ABC: Rp5.000.000 (Rp1.000.000 per hari)
    • Total Biaya Kamar yang telah dicover oleh Asuransi lain: Rp. 4.000.000
    • Tagihan Biaya Kunjungan Dokter: Rp3.500.000 (Rp700.000 per hari)
    • Total Biaya Kunjungan Dokter yang telah dicover oleh Asuransi lain: Rp2.500.000
    • Tagihan Biaya Pemeriksaan lab: Rp2.300.000
    • Biaya pemeriksaan lab yang telah dicover oleh Asuransi lain: Rp. 2.000.000
    Maka berapa besar manfaat COB yang dicover oleh AXA Mandiri?
    • A. 

      Rp4.300.000

    • B. 

      Rp7.000.000

    • C. 

      Rp2.300.000

    • D. 

      Rp10.800.000

  • 13. 
    Boni memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah plan A. Pada suatu hari, Boni mengalami kecelakaan pada saat memperbaiki antena televisi yang menyebabkan kaki kanannya patah. Segera setelah kejadian itu Boni dibawa ke RS dengan menggunakan ambulans, dan mendapat perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) selama 4.5 jam. Berdasarkan informas tersebut, manakah pernyataan di bawah ini yang benar ?
    • A. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya ambulans sebesar Rp200.000

    • B. 

      Boni mendapat pergantian biaya perawatan darurat sebesar maksimal Rp3.500.000

    • C. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya sebesasr 80% dari total biaya perawatan yang timbul

    • D. 

      Boni mendapat manfaat penggantian biaya rawat jalan darurat karena kecelakaan sesuai plan yang telah dipilih

  • 14. 
    Nona Lidya, pekerja paruh waktu, memiliki produk MPS Solusi Perlindungan Kesehatan Syariah plan B. Pada tanggal 2 Januari 2019 mengalami keluhan sakit, dengan diagnosa dokter adalah Dispepsia. Perawatan yang diterima adalah rawat jalan, dan menerima resep dokter dengan jumlah tagihan apotek sebesar Rp320.000. Berapa jumlah biaya pergantian rawat jalan yang dapat diterima oleh Nona Lydia setelah mengajukan dokumen reiumbursement kepada AXA Mandiri?
    • A. 

      Rp0 (biaya dokter) + Rp0 (penggantian biaya obat)

    • B. 

      80% (biaya dokter) + Rp0 (penggantian biaya obat

    • C. 

      Rp0 (biaya dokter) + Rp240.000 (penggantian biaya obat)

    • D. 

      80% (biaya dokter) + Rp240.000 (penggantian biaya obat)

  • 15. 
    Ibu Angela ingin membeli Solusi Perlindungan penyakit Kritis Syariah. Saat ini Peserta berusia 40 tahun dengan penghasilan 10 juta per bulan. Peserta menginginkan Uang Pertanggungan perlindungan Jiwa Rp 2.000.000.000, berapa maksimal Uang Pertanggungan manfaat tambahan perlindungan kecelakaan dan uang pertanggungan asuransi tambahan penyakit kritis yang dapat dimiliki Ibu Angela?
    • A. 

      Rp 250.000.000 dan Rp 2.000.000.000

    • B. 

      Rp 250.000.000 dan Rp 1.875.000.000

    • C. 

      Rp 2.000.000.000 dan Rp 2.000.000.000

    • D. 

      Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.875.000.000

  • 16. 
    Ibu Gina (usia 35 tahun) memiliki produk Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan Maslahat dasar Rp 500 juta, Maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan Maslahat Penyakit Kritis Rp 500 juta. Pada saat usia 40 tahun Ibu Mia menderita serangan jantung. Berapa manfaat yang akan diterima oleh Ibu Mia atas kejadian serangan jantung tersebut?
    • A. 

      Maslahat Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 500 juta + Maslahat karena kecelakaan Rp 250 juta

    • B. 

      50% dari Maslahat Asuransi Tambahan Penyakit Kritis yaitu Rp 250 juta

    • C. 

      Maslahat Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 500 juta + NI yang terbentuk

    • D. 

      Maslahat Asuransi Tambahan Penyakit Kritis 500 juta

  • 17. 
    Ibu Mia (usia 50 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan Santunan asuransi dasar Rp 400 juta, maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 400 juta. Pada saat usia 55 tahun, Ibu Mia mengalami kanker payudara stadium akhir. Apa saja manfaat yang akan diterima oleh Ibu Mia atas kejadian tersebut?
    • A. 

      Santunan asuransi dasar Rp 400 juta + Maslahat Tambahan Penyakit Kritis 400 juta + NI yang terbentuk

    • B. 

      Santunan asuransi dasar Rp 400 juta + maslahat Tambahan Penyakit Kritis 200 juta

    • C. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis 400 Juta

    • D. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis 800 juta

  • 18. 
    Ibu Mia (usia 50 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan santunan asuransi Rp 1.000.000.000, maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 1.000.000.000. Pada saat usia 55 tahun, Ibu Mia mengalami stroke haemoragic. Berapa manfaat yang akan diterima oleh Ibu Mia atas kejadian tersebut?
    • A. 

      Santunan asuransi dasar Rp 1 miliar + maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta

    • B. 

      Santunan asuransi dasar Rp 1 miliar + maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 1 miliar

    • C. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta

    • D. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 1 Miliar

  • 19. 
    Bapak Danny (usia 45 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan santunan asuransi dasar Rp 750.000.000, maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 500.000.000. Pada saat usia 55 tahun, Bapak Danny mengalami kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia, maka manfaat yang akan diterima oleh termaslahat adalah...
    • A. 

      Santunan dasar Rp 750.000.000

    • B. 

      Santunan dasar Rp 750.000.000 + maslahat tambahan karena kecelakaan Rp250.000.000

    • C. 

      Maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250.000.000

    • D. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta

  • 20. 
    Ibu Gina (usia 35 tahun) memiliki produk MPS - Solusi Perlindungan Penyakit Kritis Syariah (sebagai Pemegang Polis & Tertanggung) dengan santunan asuransi dasar Rp 750 juta, maslahat tambahan karena kecelakaan Rp 250 juta dan maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 500 juta. Pada saat usia 40 tahun Ibu Gina klaim kanker karsinoma in situ (stadium awal), pada usia 50 tahun Ibu Gina mengalami kanker rahim stadium akhir. Berapa manfaat yang akan diterima oleh Ibu Gina atas kejadian kanker rahim stadium akhir tersebut?
    • A. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 250 juta

    • B. 

      Tidak ada manfaat yang dibayarkan

    • C. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis Rp 1 miliar

    • D. 

      Maslahat Tambahan Penyakit Kritis 500 juta

  • 21. 
    Berikut ini yang tidak termasuk ke dalam selling point dari SPPK Syariah adalah…
    • A. 

      Perlindungan atas 34 kondisi kritis

    • B. 

      Manfaat perlindungan maslahat tambahan untuk kecelakaan

    • C. 

      Mas perlindungan penyakit kritis hingga usia 65 tahun

    • D. 

      Manfaat perlindungan maslahat tambahan untuk penyakit kritis

  • 22. 
    Pemegang Polis = Tertanggung, berusia 40 tahun, memiliki anak usia 2 tahun saat polis terbit. Polis yang dipilih adalah SDP Syariah plan silver, dengan kontribusi dasar 12 juta/tahun, dan top up berkala 12 juta/tahun. Saat peserta berusia 45 tahun, terjadi risiko cacat total tetap, maka manfaat yang diterima adalah...
    • A. 

      Perlindungan pembayaran kontribusi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total kontribusi 12 juta/tahun, selama 20 tahun

    • B. 

      Perlindungan pembayaran kontribusi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total kontribusi 12 juta/tahun, selama 11 tahun

    • C. 

      Perlidungan pembayaran kontribusi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total kontribusi 24 juta/tahun selama 20 tahun

    • D. 

      Perlindungan pembayaran kontribusi plus silver 12 juta/tahun dan perlindungan dana pendidikan total kontribusi 24 juta/tahun selama 11 tahun

  • 23. 
    Pemegang Polis (PP) ≠ Tertanggung (TT). PP adalah wanita berusia 60 tahun, dan TT adalah wanita berusia 35 tahun, polis yang dimiliki adalah SDP Syariah plan Gold. Kontribusi dasar yang dibayarkan adalah sebesar 20 juta/tahun, dengan top up berkala 10 juta/tahun. Pada saat TT berusia 39 tahun peserta mengidap penyakit Kanker Otak stadium IV, maka, manfaat yang akan diterima oleh peserta jika saat polis dibuka anak peserta (termaslahat) berusia 9 tahun...
    • A. 

      Perlindungan pembayaran kontribusi plus gold 20 juta/tahun dan santunan dana pendidikan total kontribusi 30 juta/tahun selama 5 tahun

    • B. 

      Perlindungan pembayaran kontribusi plus gold 20 juta/tahun dan santunan dana pendidikan total kontribusi 30 juta/tahun selama 9 tahun

    • C. 

      Perlindungan dana pendidikan total kontribusi 30 juta/tahun selama 5 tahun

    • D. 

      Perlindungan dana pendidikan total kontribusi 30 juta/tahun selama 9 tahun

  • 24. 
    Apabila Pemegang Polis (PP) ≠ Tertanggung (TT), PP berusia 52 tahun, TT berusia 24 tahun, termaslahat berusia 1 tahun. Plan yang dimiliki adalah SDP Syariah Plan Gold, dengan Santunan Asuransi sebesar Rp500 juta, Santunan Asuransi maslahat tambahan Rp225 juta, dan Kontribusi tahunan sebesar 40 juta. Pada usia polis ke-5 PP mengalami kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total (disability), maka manfaat apa saja yang akan diterima oleh peserta ?
    • A. 

      Santunan Asuransi maslahat tambahan Rp225 juta + Santunan Dana Pendidikan selama 17 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • B. 

      Santunan Asuransi maslahat tambahan Rp225 juta + Santunan Dana Pendidikan selama 12 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • C. 

      Perlindungan Pembayaran Kontribusi Plus selama 17 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

    • D. 

      Perlindungan Pembayaran Kontribusi Plus selama 12 tahun, dengan masa observasi selama 6 bulan setelah kecelakaan

  • 25. 
    Apabila seorang peserta Bank Syariah Mandiri berusia 28 tahun dan ingin memiliki polis SDP Syariah plan Gold. Kemampuan membayar kontribusi adalah sebesar Rp 30 juta/tahun, maka komposisi RBP mix yang ideal sesuai dengan ketentuan adalah…
    • A. 

      RBP 9 juta, RTU 21 juta

    • B. 

      RBP 12 juta, RTU 18 juta

    • C. 

      RBP 15 juta, RTU 15 juta

    • D. 

      RBP 18 juta, RTU 12 juta

Back to Top Back to top