Kumpulan Soal Ukom D3 Perawat Tahun 2018 / 2019

Approved & Edited by ProProfs Editorial Team
The editorial team at ProProfs Quizzes consists of a select group of subject experts, trivia writers, and quiz masters who have authored over 10,000 quizzes taken by more than 100 million users. This team includes our in-house seasoned quiz moderators and subject matter experts. Our editorial experts, spread across the world, are rigorously trained using our comprehensive guidelines to ensure that you receive the highest quality quizzes.
Learn about Our Editorial Process
| By Aidil Fitri
A
Aidil Fitri
Community Contributor
Quizzes Created: 15 | Total Attempts: 113,377
Questions: 15 | Attempts: 6,718

SettingsSettingsSettings
Kumpulan Soal Ukom D3 Perawat Tahun 2018 / 2019 - Quiz

Good luck!, dapatkan contoh soal UKOM Perawat lainnya di https://perawatkitasatu.blogspot.com dan https://kumpulanukom.blogspot.com Soal UKOM D3 Perawat dan Ners 2018 / 2019 Contoh Soal Uji Kompetensi Ners 2018 / 2019


Questions and Answers
  • 1. 

    Apa panduan yang harus digunakan oleh perawat saat berencana memberikan delegasi dan tugas ?

    • A.

      Mengutamakan keselamatan klien

    • B.

      Sesuai dengan permintaan staf

    • C.

      Pembagian ruangan dalam unit

    • D.

      Jumlah klien yang direncanakan pulang

    • E.

      Klien dengan disabilitas

    Correct Answer
    A. Mengutamakan keselamatan klien
    Explanation
    Jawaban : Mengutamakan keselamatan klien.
    Rasional: Terdapat panduan saat perawat akan memberikan delegasi atau akan merencanakan tugas. Hal ini termasuk, mengutamakan keselamatan klien, mengetahui variasi kemampuan keterampilan seseorang, menentukan tugas mana yang dapat didelegasikan dan pada siapa; sesuaikan tugas dengan orang yang menerima delegasi berdasarkan aturan praktik keperawatan dan sesuai dengan posisi pekerjaannya, lengkapi dengan arahan yang jelas, ringkas, akurat, dan lengkap; memvalidasi pemahaman staf yang diberikan delegasi; berikan percaya diri pada staf yang diberikan delegasi dan berikan feedback yang sesuai setelah tugas dikerjakan; dan jaga keberlanjutan perawatan sebaik mungkin saat melakukan perawatan pada klien. Permintaan staf, aspek kenyamanan seperti pembagian ruangan, dan mengantisispasi perubahan jumlah klien di unit bukan panduan yang spesifik untuk pendelegasian dan perencanaantugas.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, panduan yang digunakan saat memberikan delegasi dan merencanakan suatu tugas. Baca setiap pilihan jawaban dengan hati-hati, dan gunakan teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Perhatikan bahwa pilihan jawaban benar berkaitan dengan kebutuhan klien dan keselamatan klien.
    Review: Prinsip dan panduan pendelegasian dan penugasan
    Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal, dan peka budaya
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Manajemen
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Preventif
    Kebutuhan Dasar: Belajar
    Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
    Daftar pustaka: Alfaro-LeFevre (2012), p.111-112; Huber (2010), p. 244-247; Potter et al (2013), p. 263, 282-283.

    Rate this question:

  • 2. 

    Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami paralisis pada tubuh bagian atas, sudah diintubasi dan diberikan ventilasi mekanik. Manakah strategi yang harus dimasukkan perawat pada perencanaan keperawatan untuk menbantu klien menghadapi penyakitnya ?

    • A.

      Memberikan klien kontrol penuh atas keputusan perawatan dan membatasi pengunjung

    • B.

      Memberikan umpan balik positif dan mendorong ROM aktif

    • C.

      Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi

    • D.

      Memberikan obat penenang melalui intravena

    • E.

      Mengurangi distraksi dan membatasi pengunjung

    Correct Answer
    C. Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi
    Explanation
    Jawaban : Memberikan informasi, memberikan umpan balik yang positif, dan mendorong relaksasi.
    Rasional: Klien dengan sindrom Guillain-Barre mengalami ketakutan dan kecemasan akibat paralisis tubuh bagian atas, serta munculnya gangguan yang tiba-tiba. Perawat dapat mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi yang akurat tentang kondisi klien, memberikan perawatan lanjut, dan umpan balik positif pada klien, mendorong relaksasi, serta distraksi. Keluarga bisa dilibatkan pada aktifitas tertentu dan memberikan hiburan untuk klien juga.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda membantu klien menghadapi penyakitnya.

    Rate this question:

  • 3. 

    Intervensi manakah yang dapat dilakukan kepada klien dengan risiko tinggi alergi terhadap lateks ?

    • A.

      Jangan menggunakan sarung tangan non-lateks

    • B.

      Jangan memberikan pengobatan yang berasal dari botol kaca

    • C.

      Tempatkan klien hanya di dalam ruangan pribadi

    • D.

      Pastikan persediaan alat bebas lateks tersedia di dekat klien

    • E.

      Hanya gunakan manset sphigmomanometer eletronik untuk memeriksa tekanan darah klien

    Correct Answer
    D. Pastikan persediaan alat bebas lateks tersedia di dekat klien
    Explanation
    Jawaban : Pastikan persediaan alat bebas lateks tersedia di dekat klien.
    Rasional: Jika klien mengalami alergi terhadap lateks dan beresiko tinggi terhadap alergi, perawat seharusnya menggunakan sarung tangan non lateks dan peralatan bebas lateks tersedia di sekitar klien. Persedian dan perlatan yang menggunakan lateks harus disingkirka. Hal ini termasuk manset dan botol obat dengan penutup berbahan karet yang melibatkan penusukan menggunakan jarum suntik. Tidak perlu memberikan klien ruangan khusus.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, klien yang beresiko tinggi terhadap reaksi alergi terhadap lateks. Dengan mengingat penyataan ini, benda-benda yang mengandung bahan karet akan mengarahkan pada jawaban yang benar.

    Rate this question:

  • 4. 

    Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini, perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana ?

    • A.

      Patuhi keinginan klien setiap saat

    • B.

      Dorong klien untuk tergantung pada staf rumah sakit

    • C.

      Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kematian

    • D.

      Dorong klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal

    • E.

      Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat

    Correct Answer
    D. Dorong klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal
    Explanation
    Jawaban : Dorong klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal.
    Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal, dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita penyakit terminal.
    Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita penyakit terminal
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Keluarga
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Komunikasi
    Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
    Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559
    Jawaban : D
    Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal, dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita penyakit terminal.
    Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita penyakit terminal
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Keluarga
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Komunikasi
    Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
    Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559

    Rate this question:

  • 5. 

    Seorang perawat pembimbing klinik menanyakan kepada mahasiswa bagaimana cara membebaskan sumbatan jalan napas pada wanita hamil yang tidak sadarkan diri dengan usia kehamilan 8 bulan. Bagaimanakah prosedur yang seharusnya digambarkan dengan tepat oleh mahasiswa ?

    • A.

      Letakkan kedua tangan pada pelvis untuk melakukan dorongan

    • B.

      Lakukan abdominal thrust (dorongan pada perut) sampai benda asing keluar

    • C.

      Lakukan abdominal thrust (dorongan pada perut) dengan posisi miring sampai benda asing keluar

    • D.

      Tempatkan gulungan handuk di bawah antara perut dan pinggang kanan

    • E.

      Tempatkan kedua tangan epigastrum untuk melakukan dorongan

    Correct Answer
    D. Tempatkan gulungan handuk di bawah antara perut dan pinggang kanan
    Explanation
    Jawaban : Tempatkan gulungan handuk di bawah antara perut dan pinggang kanan.
    Rasional: Untuk membebaskan sumbatan jalan napas pada wanita hamil yang tidak sadarkan diri dengan kondisi kehamilan yang cukup besar, tempat wanita hamil pada posisi telentang. Sebuah bantal atau gulungan handuk, tempat dibwah antara perut dan pinggang kanan untuk memindahkan rahim ke sisi kiri perut.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu wanita hamil yang tidak sadar dengan usia kehamilan 8 bulan. Ingat kembali komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan posisi telentang pada wanita hamil dapat mengakibatkan hipotensi akan menuntun anda pada pilihan jawaban yang benar.
    Review: Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembebasan jalan napas pada wanita hamil
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan Kognitif
    Keilmuan: Gadar
    Proses Keperawatan: Evaluasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
    Sistem Tubuh: Pernapasan
    Daftar pustaka: McKinney (2013), p. 237-238.

    Rate this question:

  • 6. 

    Klien mengalamli defisit neurologis yang melibatkan sistem limbik. Manakah temuan pengkajian yang spesifik pada tipe defisit ini ?

    • A.

      Disorientasi pada orang, tempat, dan waktu

    • B.

      Afek datar, dengan periode labilitas emosional

    • C.

      Tidak dapat mengingat apa yang dimakan saat sarapan hari ini

    • D.

      Tidak mampu melakukan penambahan dan pengurangan; tidak tahu siapa presiden Indonesia

    • E.

      Tidak mampu mengenali lingkungan sekitar.

    Correct Answer
    B. Afek datar, dengan periode labilitas emosional
    Explanation
    Jawaban : Afek datar, dengan periode labilitas emosional.
    Rasional: Sistem limbik bertanggung jawab pada perasaan (afek) dan emosi. Kemampuan kalkulasi dan pengetahuan tentang kondisi terkini merupakan fungsi lobus frontalis. Hemisfer serebral, dengan fungsi regional spesifik, mengontrol orientasi seseorang. Mengingat kejadian dikontrol oleh hipokampus.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, defisit neurologis pada sistim limbik. Ingat kembali bahwa sistim limbik bertanggung jawab pada perasaan dan emosi akan menunjukkan jawaban yang tepat pada anda.
    Review: Fungsi sitim limbik
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan kognitif
    Keilmuan: KMB
    Proses Keperawatan: Pengkajian
    Upaya Kesehatan: Rehabilitatif
    Kebutuhan Dasar: Komunikasi
    Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
    Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 907; Lewis et al (2011), 1409.

    Rate this question:

  • 7. 

    Seorang perawat memberikan salep erythromycin (0,5%) pada mata bayi baru lahir dan ibu menanyakan kepada perawat mengapa hal itu dilakukan. Manakah respons perawat yang sebaiknya diberikan kepada klien ?

    • A.

      Mencegah terjadinya katarak pada bayi baru lahir dari ibu dengan suspek rubel

    • B.

      Mencegah mata bayi dan kemungkinan infeksi nosokomial

    • C.

      Meminimalkan penyebaran mikroorganisme pada bayi baru lahir dari prosedur invasif selama proses persalinan

    • D.

      Mencegaj terjadinya optalmia neonatorum pada bayi setelah kelahiran dari ibu dengan infeksi gonorea yang tidak terobati

    • E.

      Agar penglihatan bayi segera berfungsi dengan baik

    Correct Answer
    D. Mencegaj terjadinya optalmia neonatorum pada bayi setelah kelahiran dari ibu dengan infeksi gonorea yang tidak terobati
    Explanation
    Jawaban : Mencegaj terjadinya optalmia neonatorum pada bayi setelah kelahiran dari ibu dengan infeksi gonorea yang tidak terobati.
    Rasional: Selep Eritromicin oftalmic 0,5% digunakan sebagai pengobatan profilaksis untuk oftalmic neonatrium yang disebabkan oleh Neisseria gonorea. Pengobatan pada pencegahan penyakit gonorea wajib diberikan sesuai aturan hukum.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yaitu tujuan pemberian salep Eritromicin oftalmic pada BBl, 0,5% digunakan sebagai dosis pengobatan profilaksis terhadap penyakit Oftalmia neonatrium pada BBL.
    Review: Perawatan awal pada BBL
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Maternitas
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
    Sistem Tubuh: pengindraan
    Daftar pustaka: McKinney (2013), p. 509-510

    Rate this question:

  • 8. 

    Perawat memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial lada bayi usia 3 bulan. Pada palpasi fontanel diketahui fontanel anteriornya lembut dan datar. Berdasarkan temuan tersebut, manakah tindakan perawat yang paling tepat ?

    • A.

      Tingkatkan asupan cairan per oral

    • B.

      Dokumentasikan temuan

    • C.

      Bertahu dokter yang bertanggung jawab

    • D.

      Tinggikan kepala 90 derajat

    • E.

      Cek tanda-tanda vital.

    Correct Answer
    B. Dokumentasikan temuan
    Explanation
    Jawaban : Dokumentasikan temuan.
    Rasional: Fontanel anterior berbentuk seperti mata dan berada di puncak kepala. Fontanel harus lembutdan datar pada bayi yang normal, dan ormalnya akan tertutup pada usia 12-18 bulan. Perawat harus mendikumentasikan temuan karena ini normal. Tidak ada alasan untuk meningkatkan asupan cairan per oral, menghubungi doter yang bertanggung jawab, atau meninggikan kepala 90o. Tanda-tanda vital harus dilakukan pengecekan seacara rutin.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda paling tepat dan kata lembut dan datar. Ini akan memberikan petunjuk bahwa temuan ini normal. Fontanel yang mengeras dan tegang bisa terjadi akibat bayi menangis atau mengalami penigkatan tekanan intrakaranial.
    Review: Pengkajian Fontanel
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan kognitif
    Keilmuan: Keluarga
    Proses Keperawatan: Pengkajian
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
    Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
    Daftar pustaka: McKinney Et al (2013), p. 1418

    Rate this question:

  • 9. 

    Orang tua dari anak berusia 4 tahun mengatakan kepada perawat bahwa mereka khawatir karena anaknya sudah mengalami masturbasi. Bagaimanakah respons perawat yang paling tepat ?

    • A.

      "Ini adalah prilaku yang normal pada usianya"

    • B.

      "Anak biasanya mulai dengan prilaku ini pada usia 8 tahun"

    • C.

      "Ini adalah perilaku yang tidak normal. Sebaiknya anak dibawa ke klinik kesehatan jiwa"

    • D.

      "Usia anak terlalu muda untuk mulai perilaku ini dan sebaiknya anak dibawa ke klinik kesehatan jiwa"

    • E.

      Anda sebaiknya menegur anak Anda karena ini adalah perilaku yang buruk"

    Correct Answer
    A. "Ini adalah prilaku yang normal pada usianya"
    Explanation
    Jawaban : "Ini adalah prilaku yang normal pada usianya".
    Rasional: Berdasarkan tingkat perkembangannnya Seksual Freud, Anak tersebut berada fase falik dengan rentang usia 3-6 tahun. Pada usia ini, anak mencurahkan energinya untuk memeriksa genitalianya, mealkukan masturbasi, dan mengekspresikan ketertarikan seksualnya. Oleh karena itu, pilihan-pilihan lainnya adalah tidak benar.
    Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan pada subjek yanitu perkembangan seksual freud pada anak usia 4 tahun.
    Dari sisa pilihan-pilihan jawaban lainnya, gunakan fase perkembangan seksual freud untuk menuntun anda pada jawaban yang benar.
    Review: Fase perkembangan seksual freud
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
    Domain: Pengetahuan Prosedur
    Keilmuan: Keluarga
    Proses Keperawatan: Perencanaan
    Upaya Kesehatan: Promotif
    Kebutuhan Dasar: Psikososial
    Sistem Tubuh: Kesehatan mental
    Daftar pustaka: McKinney et al (2013), p. 74

    Rate this question:

  • 10. 

    Allopurinol diresepkan untuk klien dan perawat menyiapkan petunjuk pemakain obat bagi klien tersebut. Petunjuk manakah yang harus di sediakan untuk klien tersebut?

    • A.

      Minum 3000 mL sehari

    • B.

      Minum obatnya pada keadaan perut kosong

    • C.

      Efek pengobatan akan terasa dengan segera

    • D.

      Kemungkinan bibir bengkak merupakan reaksi normal pengobatan

    • E.

      Klien dapat meminum obat tersebut bersamaan dg aspirin.

    Correct Answer
    A. Minum 3000 mL sehari
    Explanation
    Jawaban : Minum 3000 mL sehari.
    Rasional: klien yg mengkonsumsi allopurinol disarankan untuk minum atau mendapatkan asupan cairan sampai dengan 3000 mL sehari. Efek terapiotik obat akan terasa setelah pemakaian selama 1 minggu atau lebih. Allopurunol dapat diminum bersamaan, atau segera setelah makan atau minum susu. Reaksi ruam. Iritasi pada area orbital atau pembengkakan bibir atau area mulut harus segera dirujuk untuk menemui tenaga kesehatan karena hal-hal ini mungkin merupakan serangan gout jika diminum bersama allopurinol.
    Strategi mengerjakan soal : fokus pada subjek, indikasi klien dengan allopurinol.
    . Dari sisa pilihan yang ada perlu diingat bahwa sediaan obat ini untuk terapi Gout. Akan mengarahkan pada jawaban yang benar.
    Review: intruksi pada klien yang mengkonsumsi allopurinol
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan kognitif
    Keilmuan: KMB
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Preventif
    Kebutuhan Dasar: Belajar.
    Sistem Tubuh: Muskuluskeletal
    Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (.031).pp.34-36.

    Rate this question:

  • 11. 

    Perawat merencanakan tugas keperawatan untuk satu hari. Mana tugas yang tidak aman ditugaskan pada asisten perawat tanpa lisensi ?

    • A.

      Klien yang membutuhkan bed bath atau mandi di tempat tidur

    • B.

      Klien membutuhkan ambulasi

    • C.

      Klien yang memerlukan transfusi PRC (packed red blood cells)

    • D.

      Klien yang membutuhkan bantuan untuk makan

    • E.

      Klien yang membutuhkan pemeriksaan tanda vital

    Correct Answer
    C. Klien yang memerlukan transfusi PRC (packed red blood cells)
    Explanation
    Jawaban : Klien yang memerlukan transfusi PRC (packed red blood cells).
    Rasional: Asisten perawat tanpa lisensi dapat mengerjakan tugas yang non invasif.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, tugas yang sesuai asisten perawat tanpa lisensi. Pikirkan tentang kata non-invasif. Ini akan mengarahkan anda pada pilihan jawaban yang benar.
    Review: Panduan pemberian tugas
    Kompetensi: Praktik profesional, etis legal dan peka budaya
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Manajemen
    Proses Keperawatan: Perencanaan
    Upaya Kesehatan: Preventif
    Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
    Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
    Daftar pustaka: Ignatvicius, Workman (2013), p. 5.

    Rate this question:

  • 12. 

    Seorang perawat sedang mengumpulkan data fokus dengan cara mengkaji keluhan klien yaitu pilek, batuk, dan napas sesak. Apakah tindakan perawat yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data tersebut ?

    • A.

      Auskultasi bunyi napas

    • B.

      Palpasi kekuatan nada perifer

    • C.

      Kaji informasi tentang eliminiasi klien

    • D.

      Lakukan pemeriksaan sistem muskuloskeletal dan persarafan

    • E.

      Tanyakan klien tentang riwayat penyakit keluarga

    Correct Answer
    A. Auskultasi bunyi napas
    Explanation
    Jawaban : Auskultasi bunyi napas.
    Rasional: Proses pengumpulan data fokus pada masalah tersebut yaitu pada keluhan klien. Karena klien mengeluh pilek, batuk, dan napas sesak, perawat sebaiknya fokus pada pengkajian sitem pernapasa dan kemungkinan adanya infeksi. Pengumpulan data yang lengkap meliput riwayat kesehatn dan pemeriksaan fisik, serta berdasarkan status rekam medik. Palpasi kekuatan nadi perifer merupakan pengkajian vaskular, yang tidak terkait dengan keluhan pasien. Pemeriksaan pada sistem muskuluskeletal dan persarafan juga tidak terkait dengan keluhan pasien. Bagaimanapun, pengkajian kekuatan nadi perifer, sistem muskuluskeletal dan sistem pencernaan akan masuk dalam pengumpulan data secara komprehensif. Untuk menanyakan tentang riwayat penyakit keluarga juga akan melengkapi pengkajian perawat.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek yaitu perhatikan masalah utama yaotu pada keluhan klien yang berkaitan dengan sitem pernapasan dan kemungkinan adanya infeksi
    Review: Pengkajian riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
    Domain: Pengetahuan Kognitif
    Keilmuan: Komunitas
    Proses Keperawatan: Pengkajian
    Upaya Kesehatan: Promotif
    Kebutuhan Dasar: Nilai dan keyakinan
    Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
    Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013) p. 20

    Rate this question:

  • 13. 

    Klien postpartum dengan diagnosis cystitis. Manakah rencana tindakan keperawatan yang harus perawat prioritaskan ?

    • A.

      Memberikan mandi/rendam duduk

    • B.

      Meminta klien untuk meningkatkan asupan cairan

    • C.

      Melakukan kompres es pada perineum

    • D.

      Memonitor kadar haemoglobin dan hematokrit

    • E.

      Meminta klien untuk melakukan toilet training

    Correct Answer
    B. Meminta klien untuk meningkatkan asupan cairan
    Explanation
    Jawaban : Meminta klien untuk meningkatkan asupan cairan.
    Rasional: Cystitis adalah infeksi pada kandung kemih, Klien harus mengonsumsi 3000 ml cairan per hari jika tidak ada kontraindikasi. Rendam duduk dan kompres air es adalah intervensi yang tepat untuk mengatasi ketidaknyamanan perineal. Kadar hemoglobin dan hematokrit akan ada pemonitorian pada perdarahan.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek, penatalaksanaan Cystitis dan perhatikan kata kunci prioritas. Ingat bahwa meningkatkan asupan cairan merupakan intervensi prioritas.
    Review: Intervensi pada klien dengan Cystitis
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Maternitas
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Eliminasi
    Sistem Tubuh: Reproduksi
    Daftar pustaka: Lowdermilk et al (2012), p. 731-732.

    Rate this question:

  • 14. 

    Perawat di unit medikal bedah sedang menangani klien gagal jantung. Klien tiba-tiba mengalami sesak napas, takikardi, crackles, dan perawat mencurigai ada udem paru. Perawat segera melaporkan kepada perawat senior dan mengharapkan anjuran apa intervensinya ?

    • A.

      Berikan oskigen

    • B.

      Pasang infus

    • C.

      Berikan obat digitalis

    • D.

      Pindahkan klien ke unit rawat jantung

    • E.

      Posisikan klien pada posisi Fowler

    Correct Answer
    A. Berikan oskigen
    Explanation
    Jawaban : Berikan oskigen.
    Rasional: Edema paru merupakan kondisi mengancam jiwa yang berasal dari gagal jantung berat. Pada udem paru ventrikel kiri gagal memompa darah yang mencukupi, dan tekanan meningkat pada paru akibat akumulasi darah. Oksigen selalu diberikan dan klien ditempatkan pada posisi fowler untuk memudahkan fungsi pernapasan. Furosemid, diuretik kerja cepat, akan mengeluarkan cairan. Foley kateter dipasang untuk mengukur secara outpit urin. Pemberian morvin sulvat intravena mengurangi Venous return (preload) mengurangi kecemasan, dan mengurangi fungsi pernapasan. Memindahkan klien ke ruangrawat jantung bukan tindakan prioritas. Kenyataanya tidak harus semua tindakan mendapat respon yang seperti diharapkan.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosa klien.Ingat kembali patofisiologi yang berkaitan dengan udem paru dengan pernapasan ABC yang akan membantu menentukan intervensi utama.
    Review: Tindakan pada klien udem paru
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawtaan
    Domain: Pengetahuan Kognitif
    Keilmuan: KMB
    Proses Keperawatan: Implementasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
    Sistem Tubuh: Jantung pembuluh darah dan sistem limfatik
    Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013) p. 314; Cooper, Gosnell (2015). P. 1571, 1653-1655.

    Rate this question:

  • 15. 

    Perawat baru saja memberikan ibuprofen (Proris) pada seorang anak dengan suhu 38,8 C. Apa tindakan lain yang harus perawat lakukan ?

    • A.

      Membatasi cairan dalam 8 jam

    • B.

      Menyeka anak dengan air dingin

    • C.

      Merencanakan pemberian asam salisilat (aspirin) dalam 4 jam

    • D.

      Melepas pakaian tebal dan selimut untuk anak

    • E.

      Observasi suhu setiap 30 menit.

    Correct Answer
    D. Melepas pakaian tebal dan selimut untuk anak
    Explanation
    Jawaban : Melepas pakaian tebal dan selimut untuk anak.
    Rasional: Setelah memberikan ibuprofen, pakaian dan selimut harus dilepas. Anak dapat seakan dengan air suam-suam kuku, namun bukan air dungin, karena air dingin dapat menyebabkan menggigil, sehingga meningkatkan kebutuhan metabolisme yang telah terjadi karena demam. Aspirin tidak diberikan pada anak dengan demam karena beresiko timbul sindrom reye. Cairan perlu ditingkatkat untuk mencegah dehidrasi, sehingga asupan cairan peroral tidak boleh dibatasi. Memeriksa suhu anak dianjurkan setiap satu sampai dua jam. Terkait efek pengobatan maka disarankan memriksa suhu satu jam etelah pemberian ibuprofen.
    Strategi Mengerjakan Soal: Fokus kepada subjek, tindakan penangan demam. Ingat bahwa tindakan untuk menurunkan suhu seperti melepas pakaian dan selimut harus dilakukan ketika anak mengalami demam.
    Review: Intervensi untuk demam
    Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
    Domain: Pengetahuan prosedur
    Keilmuan: Anak
    Proses Keperawatan: Implemetasi
    Upaya Kesehatan: Kuratif
    Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
    Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
    Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2011), 1016-1

    Rate this question:

Back to Top Back to top
Advertisement
×

Wait!
Here's an interesting quiz for you.

We have other quizzes matching your interest.