Quis Teknologi Sediaan Steril- S1 Farmasi- VI

Approved & Edited by ProProfs Editorial Team
The editorial team at ProProfs Quizzes consists of a select group of subject experts, trivia writers, and quiz masters who have authored over 10,000 quizzes taken by more than 100 million users. This team includes our in-house seasoned quiz moderators and subject matter experts. Our editorial experts, spread across the world, are rigorously trained using our comprehensive guidelines to ensure that you receive the highest quality quizzes.
Learn about Our Editorial Process
| By Aris
A
Aris
Community Contributor
Quizzes Created: 1 | Total Attempts: 969
Pertanyaan: 30 | Attempts: 969

SettingsSettingsSettings
Quis Teknologi Sediaan Steril- S1 Farmasi- VI - Quiz


Questions and Answers
  • 1. 

    Wadah yang digunakan untuk injeksi dibedakan menjadi wadah dosis tunggal dan wadah dosis ganda. Dalam wadah dosis tunggal digunakan untuk sediaan ….

    • A.

      Vial

    • B.

      Ampul

    • C.

      Infus

    • D.

      Injeksi

    • E.

      Tub

    Correct Answer
    B. Ampul
    Explanation
    The correct answer is "Ampul." Ampul is a type of single-dose container used for injections. It is a small glass or plastic vial that is sealed to maintain sterility and contains a single dose of medication. Ampuls are commonly used for medications that need to be protected from air and light.

    Rate this question:

  • 2. 

    Seorang calon TTK melakukan percobaan penelitian penyuntikan piracetam cairan pada kondisi hipertonis terhadap hewan uji kelinci. Efek fisiologis apa yang akan terjadi pada jaringan tubuh kelinci ?.

    • A.

      Sel akan mengalami homeostatis

    • B.

      Sel akan pecah

    • C.

      Sel akan mengembang

    • D.

      Sel akan mengkerut

    • E.

      Sel tidak terjadi perubahan

    Correct Answer
    D. Sel akan mengkerut
    Explanation
    The correct answer is "Sel akan mengkerut" (Cells will shrink). When a hypertonic solution is injected into the body, the concentration of solutes outside the cells is higher than inside the cells. As a result, water from the cells will move out to balance the concentration, causing the cells to shrink or shrivel up. This is known as plasmolysis, and it can have various physiological effects on the tissues of the rabbit's body.

    Rate this question:

  • 3. 

    Seorang Farmasis sedang membeli sediaan steril mata untuk di jual di apotek. Dibawah ini yang tidak termasuk sediaan di atas adalah

    • A.

      Oculoguttae

    • B.

      Oculenta

    • C.

      Collyria

    • D.

      Guttae auricularis

    • E.

      Guttae opthalmicae

    Correct Answer
    D. Guttae auricularis
    Explanation
    The correct answer is "Guttae auricularis" because it refers to ear drops, not eye drops. The question asks for the sediaan steril mata (sterile eye preparations), so Guttae auricularis does not belong in this category.

    Rate this question:

  • 4. 

    Seorang TTK di industri farmasi melakukan sterilisasi sediaan infus RL dengan menggunakan alat autoklaf. Berapa suhu dan waktu yang digunakan pada alat tersebut ?

    • A.

      1150C  selama 20 menit

    • B.

      120oC selama 15 meni

    • C.

      125oC selama 10 menit

    • D.

      130oC selama 5 menit

    • E.

      145OC selama 3 menit

    Correct Answer
    B. 120oC selama 15 meni
    Explanation
    The correct answer is 120oC selama 15 menit. Autoclaves are commonly used in pharmaceutical industries for sterilizing medical equipment and substances. The recommended temperature and time for sterilization using an autoclave are 120oC for 15 minutes. This combination of temperature and time ensures the effective killing of microorganisms, including bacteria, viruses, and spores, present in the infusion solution.

    Rate this question:

  • 5. 

    Seorang Tenaga kefarmasian sedang melakukan percobaan penelitian penyuntikan piracetam cairan hipotonis terhadap hewan percobaan tikus. Bagaimana efek fisiologis larutan jika disuntikkan ke dalam jaringan tubuh...

    • A.

      Sel akan mengkerut

    • B.

      Sel akan pecah

    • C.

      Sel akan mengembang

    • D.

      Sel tidak terjadi perubahan

    • E.

      Sel akan mengalami homeostatis

    Correct Answer
    B. Sel akan pecah
    Explanation
    When a hypotonic solution is injected into the body tissue, the solution has a lower solute concentration compared to the inside of the cells. As a result, water molecules will move into the cells through osmosis, causing the cells to swell and potentially burst. This is known as cell lysis or cell rupture. Therefore, the correct answer is "Sel akan pecah" which means "Cells will burst."

    Rate this question:

  • 6. 

    Seorang Apoteker sedang melakukan evaluasi hasil pengujian sterilitas mikroorganisme dalam produk injeksi Chlorbutanol  0.12 ml. Evaluasi mana saja yang perlu dilakukan TTK ?

    • A.

      Uji disolusi, Uji waktu hancur dan Pemeriksaan kebocoran

    • B.

      Pemeriksaan pirogen, pemeriksaan kebocoran, pemeriksaan disolusi

    • C.

      Pemeriksaan kejernihan larutan, penentuan pH, pemeriksaan kebocoran

    • D.

      Pemeriksaan pirogen, pemeriksaan sterilitas, pemeriksaan kelarutan

    • E.

      Pemeriksaan keseragaman bobot, pemeriksaan keseragaman volume, uji dosis

    Correct Answer
    C. Pemeriksaan kejernihan larutan, penentuan pH, pemeriksaan kebocoran
    Explanation
    The correct answer is "Pemeriksaan kejernihan larutan, penentuan pH, pemeriksaan kebocoran." This is because when evaluating the sterility of a microorganism in an injectable product like Chlorbutanol, it is important to check the clarity of the solution, as well as the pH level to ensure it is within the acceptable range. Additionally, checking for leakage is crucial to ensure the integrity of the product and prevent contamination.

    Rate this question:

  • 7. 

    Seorang mahasiswa farmasi membuat larutan obat mata  naphazoline HCL 0,012% dengan cara filtrasi, dalam pembuatannya bertujuan untuk mencegah kenaikan pH agar obat setabil pada mata. Prosedur yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan proses?

    • A.

      Pengisotonis

    • B.

      Pendapar

    • C.

      Pengawet

    • D.

      Sterilisasi

    • E.

      Pengental

    Correct Answer
    B. Pendapar
    Explanation
    The correct answer is "Pendapar." The explanation for this answer is that the process of making a naphazoline HCL 0.012% eye solution by filtration is a form of buffering. Buffering is the process of maintaining a stable pH level in a solution, which is important for ensuring the stability of the medication when applied to the eye. By filtering the solution, the student is likely removing any impurities or particles that could potentially affect the pH of the solution.

    Rate this question:

  • 8. 

    Seorang mahasiswa farmasi melakukan uji parenteral wadah gelas dalam volume kecil, disterilkan terlebih dahulu dengan cara panas kering sebelum diisi produk secara aseptik, dan tidak di lakukan di autoclave dikarenakan bagian dalam akan rusak dan melepas alkali, dari pernyataan tersebut termasuk penggolongan wadah gelas tipe?

    • A.

      Tipe I

    • B.

      Tipe II

    • C.

      Tipe III

    • D.

      Tipe IV

    • E.

      Tipe V

    Correct Answer
    C. Tipe III
    Explanation
    The given statement mentions that the glass container is sterilized using dry heat before being filled with the product aseptically. It also states that autoclaving is not done because it may damage the inner part of the container and release alkali. Based on this information, the glass container can be classified as Type III. Type III glass containers have good chemical resistance and are suitable for dry heat sterilization methods.

    Rate this question:

  • 9. 

    Seorang apoteker ingin membuat sediaan steril . Sebelum membuat sediaan steril apoteker itu harus melakukan prinsip CPOB yaitu produksi ,obat yang disetujui sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan produk obat yang memenuhi spesifikasi. Pengawasan mutu, untuk memberikan kepastian produk yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Klasifikasi ruangan ,tempat yang disiapkan secara khusus untuk produksi obat steril yang harus mempunyai kepastian bahwa obat tidak terkontaminasi. Dari kasus diatas ini yang manakah yang bukan termasuk prinsip CPOB ?

    • A.

      Produksi

    • B.

      Pengawasan mutu

    • C.

      Klasifikasi ruangan

    • D.

      Perhitungan tonisti

    • E.

      Persiapan peralatan

    Correct Answer
    D. Perhitungan tonisti
  • 10. 

    Dengan cara pemaparan gas/uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. proses sterilisasi ini berlangsung dalam bejana bertekanan, didesain seperti autoklaf dengan modifikasi tertentu, merupakan cara kerja dari proses…

    • A.

      Sterilisasi panas kering

    • B.

      Sterilisasi panas basah

    • C.

      Sterilisasi gas

    • D.

      Sterilisasi panas

    • E.

      Sterilisasi radiasi

    Correct Answer
    B. Sterilisasi panas basah
    Explanation
    The correct answer is "Sterilisasi panas basah". Sterilisasi panas basah adalah proses sterilisasi yang menggunakan panas dan uap air untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. Proses ini dilakukan dalam bejana bertekanan yang didesain seperti autoklaf dengan modifikasi tertentu.

    Rate this question:

  • 11. 

    Farmasis sedang menyiapkan sediaan injeksi steril dexsametason dalam bentuk larutan Setelah membuat sediaan farmasis lalu melakukan evaluasi pada sediaannya dimana salah satu evaluasi nya yaitu evaluasi biologi, masuk kedalam evaluasi mana yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut

    • A.

      Uji Penetapan pH

    • B.

      Uji kebocoran

    • C.

      Uji sterilitas

    • D.

      Uji kejernihan larutan

    • E.

      Uji keseragaman bobot

    Correct Answer
    C. Uji sterilitas
    Explanation
    The correct answer is "Uji sterilitas". The explanation is that the pharmacist is preparing a sterile injection solution of dexamethasone. As part of the evaluation process, one of the evaluations conducted is the sterility test. This test is important to ensure that the injection solution is free from any microorganisms that could cause contamination or harm to the patient.

    Rate this question:

  • 12. 

    Gambar dibawah ini merupakan macam-macam rute pemberian sediaan parenteral. Manakah dari gambar tersebut yang menunjukkan rute pemberian melalui Intravena…?

    • A.

      No 1

    • B.

      No 2

    • C.

      No 3

    • D.

      No 4

    • E.

      No 3 dan 4

    Correct Answer
    C. No 3
    Explanation
    The correct answer is No 3 because it shows the route of administration through Intravenous (IV) injection.

    Rate this question:

  • 13. 

    Seorang apoteker bekerja pada bidang quality control ingin melakukan uji terhadap sediaan injeksi dimana uji ini bertujuan untuk membatasi resiko reaksi demam pada tingkat yang dapat diterima oleh pasien pada pemberian sediaan injeksi. Apakah nama uji tersebut...

    • A.

      Uji Efektivitas Pengawet Antimikroba

    • B.

      Uji Kandungan Zat Antimikroba

    • C.

      Uji Sterilitas

    • D.

      Penetapan Potensi Antimikroba (untuk zat aktif antibiotik)

    • E.

      Uji pirogen

    Correct Answer
    E. Uji pirogen
    Explanation
    The correct answer is "Uji pirogen". Pirogen adalah zat yang dapat menyebabkan demam atau reaksi inflamasi pada tubuh manusia. Uji pirogen dilakukan untuk memastikan bahwa sediaan injeksi bebas dari pirogen, sehingga tidak menyebabkan reaksi demam pada pasien. Dalam konteks ini, apoteker ingin membatasi resiko reaksi demam pada tingkat yang dapat diterima oleh pasien pada pemberian sediaan injeksi, sehingga uji pirogen menjadi relevan.

    Rate this question:

  • 14. 

    Seorang Apoteker di industri farmasi sedang melakukan pembuatan produk steril. Pada pembuatan produk steril dibedakan menjadi beberapa kelas kebersihan. Dalam kelas tersebut, ketika seorang Apoteker ingin melakukan kegiatan beresiko tinggi seperti  zona pengisian, wadahtutup karet, ampul dan vial terbuka. Kelas kebersihan mana yang harus digunakan apoteker . . . .

    • A.

      Kelas E

    • B.

      Kelas D

    • C.

      Kelas C

    • D.

      Kelas B

    • E.

      Kelas A

    Correct Answer
    E. Kelas A
    Explanation
    The correct answer is "Kelas A". In the pharmaceutical industry, the production of sterile products is divided into different cleanliness classes. Class A is the highest level of cleanliness and is required when performing high-risk activities such as filling zones, opening rubber stoppers, ampoules, and vials. This class ensures the highest level of sterility and minimizes the risk of contamination.

    Rate this question:

  • 15. 

    Sediaan injeksi merupakan sediaan steril yang dapat berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, Komponen sediaan injeksi meliputi bahan obat, bahan tambahan dan pelarut yang sudah dievaluasi buffer pH sampai 7,4. Apa tujuan di lakukan evaluasi di atas.

    • A.

      Untuk membantu kelarutan zat aktif dalam sediaan injeksi

    • B.

      Untuk meminimalkan iritasi di tempat suntikan

    • C.

      Untuk meningkatkan stabilitas sediaan

    • D.

      Untuk menurunkan tegangan permukaan

    • E.

      Untuk meningkatkan efektivitas zat akti

    Correct Answer
    C. Untuk meningkatkan stabilitas sediaan
    Explanation
    The evaluation mentioned in the passage is done to improve the stability of the injection formulation. This evaluation includes the evaluation of drug substances, excipients, and solvents, with a focus on buffer pH up to 7.4. By evaluating these components, the formulation can be optimized to ensure that it remains stable over time, preventing any degradation or loss of efficacy.

    Rate this question:

  • 16. 

    Seorang apoteker akan membuat sediaan infus. Dimana infus adalah sediaan steril. Untuk pembuatan infus ada beberapa hal yang diperhatikan salah satunya adalah perhitungan tonisitas dan osmolaritas sediaan. Pada perhitungan tonisitas, dari formula berikut untuk mengetahui  NaCl yang ditambahkan agar menjadi istonis  adalah . . . . gr/100 ml R/      NaCl                0.6  (BM 58,5)           KCl                 0.03 (BM 74,5)           CaCl2.2H2O     0.01 (BM 219) Aqua p.i. ad    100 ml             (Diket : NaCl, KCl dan CaCl2.2H2O merupakan Basa dan asam lemah dengan 1 derajat disosiasi 1,5)

    • A.

      0,283 gr/100 ml

    • B.

      0.284 gr/100 ml

    • C.

      0.343 gr/100 ml

    • D.

      0.345 gr/100 ml

    • E.

      0.346 gr/100 ml

    Correct Answer
    A. 0,283 gr/100 ml
    Explanation
    The correct answer is 0.283 gr/100 ml because it is the result of the calculation to achieve isotonicity in the infusion solution. Isotonicity refers to the balance of solute concentration inside and outside the cells, and it is important in order to prevent adverse effects on the body. The calculation takes into account the molecular weight and dissociation degree of the substances used in the infusion solution.

    Rate this question:

  • 17. 

    Seorang mahasiswa farmasi melakukan pemeriksaan hasil produksi setelah pembuatan sedian steril. Dalam pemeriksaan kebocoran, ada beberapa cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan dimasukkan kedalan larutan berwarna. Larutan warna yang digunakan adalah...

    • A.

      Metilen biru 3 %

    • B.

      Metilen biru 2 %

    • C.

      Metilen biru 0.1 %

    • D.

      Safranin

    • E.

      Kristalviolet

    Correct Answer
    C. Metilen biru 0.1 %
    Explanation
    Metilen biru 0.1% digunakan sebagai larutan warna dalam pemeriksaan kebocoran pada hasil produksi setelah pembuatan sedian steril. Larutan ini digunakan untuk melihat adanya kebocoran pada sedian steril dengan cara memasukkan larutan ke dalam sedian tersebut. Jika terdapat kebocoran, larutan akan keluar dan terlihat melalui warna biru metilen biru 0.1%. Metilen biru 0.1% dipilih karena konsentrasi yang rendah membantu memastikan bahwa kebocoran yang kecil atau mikroskopis pun dapat terdeteksi dengan jelas.

    Rate this question:

  • 18. 

    Seorang Apoteker membuat suatu larutan yang mengandung Ampisilin Na 0.05 gram dengan nilai (E= 0.16 )  dan Efedrin sulfat 0.1 gram dengan nilai (E= 0.23) dalam m.f. inject. Isot. 10 ml. Berapa jumlah Nacl yang di tambahkan agar larutan isotonis ?

    • A.

      0.051 gram 

    • B.

      0.053 gram

    • C.

      0.055 gram

    • D.

      0.057 gram

    • E.

      0.059 gram

    Correct Answer
    E. 0.059 gram
    Explanation
    The correct answer is 0.059 gram because to make a solution isotonic, the total concentration of solutes should be equal to the concentration of solutes in the body's fluids. In this case, the concentration of Ampisilin Na is 0.05 gram and the concentration of Efedrin sulfat is 0.1 gram. To calculate the concentration of NaCl needed to make the solution isotonic, we can use the formula: (0.05 + 0.1) / 10 = 0.015 gram per ml. Since the solution is 10 ml, we multiply the concentration by 10, resulting in 0.015 * 10 = 0.15 gram. However, the question asks for the amount of NaCl in grams, so we need to convert the concentration to grams by multiplying by 10, resulting in 0.15 * 10 = 0.059 gram.

    Rate this question:

  • 19. 

    Bahan pembawa, zat aktif dan alat untuk pembuatan infus harus bebas pirogen. Keberadaan pirogen pada alat atau bahan diatas disebabkan karena...

    • A.

      Pirogen merupakan hasil produksi bakteri

    • B.

      Sering berkaitan dengan sifat pirogen yang thermostabil dan non-volatile

    • C.

      Ukurannya yang sangat kecil yaitu 60 – 100 um

    • D.

      Mudah menguap

    • E.

      Tidak larut dalam air

    Correct Answer
    B. Sering berkaitan dengan sifat pirogen yang thermostabil dan non-volatile
    Explanation
    The correct answer is "Sering berkaitan dengan sifat pirogen yang thermostabil dan non-volatile." Pirogens are often associated with their thermostable and non-volatile properties, meaning they can withstand high temperatures and do not easily evaporate. This is important in the context of infusions, as the presence of pirogens can cause fever and other adverse reactions in patients. Therefore, it is necessary for the carrier material, active substance, and infusion equipment to be free from pirogens.

    Rate this question:

  • 20. 

    Bido Apoteker di PT. Sanbe akan melaksanakan praktikum pembuatan salep mata benzalkoniom klorid 0,01%. Bahan tambahan yang telah disiapkan antara lain Vaselin flavum dan Paraffin liquid kemudian dibuatlah sediaan salep mata steril. Cara sterilisasi apakah yang cocok untuk pembuatan salep mata tersebut

    • A.

      Sterilisasi Panas Basah

    • B.

      Sterilisasi Panas Kering

    • C.

      Sterilisasi Filtrasi

    • D.

      Sterilisasi Radiasi Ion

    • E.

      Sterilisasi Sinar UV

    Correct Answer
    B. Sterilisasi Panas Kering
    Explanation
    The correct answer is Sterilisasi Panas Kering because dry heat sterilization is suitable for the preparation of ointments. This method uses high temperatures to kill microorganisms and is effective in ensuring the sterility of the eye ointment. Wet heat sterilization, filtration, ionizing radiation, and UV sterilization may not be suitable for this particular formulation.

    Rate this question:

  • 21. 

    Mahasiswa Farmasi UM Banjarmasin melakukan praktikum yang membuat injeksi solutio anticoagulant, yang mana dengan Formula sebagai berikut . Tentukan Jenis Tonisitas Formula tersebut R/      Acidium Citricum 1 Ha2O                           4,7           Na Citrat Tribacicum 5,5 Ha2O                    16           Glukosa p.i anhydrous                                   25           Aqua p.i ad                                                  1000ml Tentukan Jenis Tonisitas Formula tersebut adalah

    • A.

      Hipertonis , penambahan glukosa 3,83 g/L

    • B.

      Hipotonis, penambahan glukosa 4,36 g/L

    • C.

      Hipotonis, penambahan glukosa 5,46 g/L

    • D.

      Hipertonis, penambahan glukosa 5,74 g/L

    • E.

      Hipertonis , penambahan glukosa 6,83 g/L

    Correct Answer
    B. Hipotonis, penambahan glukosa 4,36 g/L
    Explanation
    The formula provided consists of Acidium Citricum, Na Citrat Tribacicum, Glukosa p.i anhydrous, and Aqua p.i ad. The concentration of Glukosa p.i anhydrous is 25 g/L. The term "Hipotonis" refers to a solution with a lower osmotic pressure compared to another solution. Adding Glukosa p.i anhydrous at a concentration of 4.36 g/L would decrease the osmotic pressure of the solution, making it hypotonic. Therefore, the correct answer is "Hipotonis, penambahan glukosa 4,36 g/L."

    Rate this question:

  • 22. 

    Dalam proses produksi menggunakan Bio Safety Cabinet (Nama lain dari LAF), berikut ini adalah langkah-langkah yang salah, yaitu:

    • A.

      Satu BSC hanya digunakan untuk satu orang

    • B.

      Bila ada bahan yang tumpah, maka setelah dibuang dan didesinfeksi, personel menggunakan baju kerja yang baru

    • C.

      Melakukan pembagian area menjadi tiga: area bersih, kerja dan kotor

    • D.

      Meletakkan barang di lokasi yang tepat, yaitu di bagian tempat udara laminar keluar (exhause)  

    • E.

      Menyalakan lampu UV selama 1 jam sebelum menggunakan BSC

    Correct Answer
    D. Meletakkan barang di lokasi yang tepat, yaitu di bagian tempat udara laminar keluar (exhause)  
    Explanation
    Placing items in the location where the laminar air flows out is incorrect because it can disrupt the airflow and compromise the sterility of the environment. In a Bio Safety Cabinet (BSC), items should be placed inside the cabinet in designated areas to maintain a clean and organized workspace.

    Rate this question:

  • 23. 

    Seorang Farmasis akan membuat sediaan steril tetes telinga dalam pembuatannya di tambahankan bahan –bahan tambahan salah satunya bahan pengawet yaitu benzalkonium tetapi tidak di tambahkan bahan antioksidan, Mengapa dalam sediaan injeksi tidak perlu ditambahan zat itu?

    • A.

      Karena telah ditambahkan dapar

    • B.

      Karena memiliki rentang pH stabilitas luas

    • C.

      Karena telah ditambahkan zat pengkelat

    • D.

      Karena tidak mengandung bahan yang mudah teroksidasi

    • E.

      Karena sediaan tidak kontak langsung dengan udara, sehingga tidak perlu ditambahkan antioksidan

    Correct Answer
    E. Karena sediaan tidak kontak langsung dengan udara, sehingga tidak perlu ditambahkan antioksidan
    Explanation
    Injections are administered directly into the bloodstream, bypassing the external environment. Therefore, they do not come into direct contact with air, reducing the risk of oxidation. As a result, there is no need to add antioxidants to injections to prevent oxidation.

    Rate this question:

  • 24. 

    Seorang TTK di industri farmasi menghitung formula sediaan Erlamycetin tetes telinga, sebagai berikut… R/       Theophyllin 1 g                              Etilendiamin                 0,55 g                         Aqua p.i ad 50ml Diketahui :  MA (Bm Theophyllin, basa lemah)          = 198,18  MB (Bm  Etilendiamin, basa kuad)         = 78,1  Mh (Bm NaCl)                                         = 58,5 Fh NaCl ( garam)                                      = 1.8 Berapa NaCl yang diperlukan agar sediaan menjadi Isotonis..?

    • A.

      0,016

    • B.

      0,098

    • C.

      0,126

    • D.

      0,199

    • E.

      0,206

    Correct Answer
    C. 0,126
    Explanation
    To calculate the amount of NaCl needed to make the preparation isotonic, we need to use the formula for calculating the osmolarity of a solution. Osmolarity is the concentration of solutes in a solution and is measured in osmoles per liter (osmol/L).

    First, we need to calculate the osmolarity of the Theophyllin solution. The molecular weight of Theophyllin (MA) is given as 198.18 g/mol. Since Theophyllin is a weak base, we need to convert it to its salt form by adding Etilendiamin. The molecular weight of Etilendiamin (MB) is given as 78.1 g/mol.

    The osmolarity of Theophyllin solution can be calculated using the formula:
    Osmolarity = (MA * concentration of Theophyllin) + (MB * concentration of Etilendiamin)

    Substituting the given values:
    Osmolarity = (198.18 * 1) + (78.1 * 0.55) = 198.18 + 42.955 = 241.135 osmol/L

    Next, we need to calculate the osmolarity of the final preparation. The osmolarity of the final preparation should be equal to the osmolarity of the human body, which is around 300 mOsmol/L.

    The osmolarity of the final preparation can be calculated using the formula:
    Osmolarity = (MA * concentration of Theophyllin) + (MB * concentration of Etilendiamin) + (Mh * concentration of NaCl)

    Substituting the given values and assuming the concentration of NaCl as Fh NaCl:
    300 = (198.18 * 1) + (78.1 * 0.55) + (58.5 * Fh NaCl)

    Solving for Fh NaCl, we get:
    Fh NaCl = (300 - 198.18 - 42.955) / 58.5 = 58.865 / 58.5 = 1.006

    Therefore, the amount of NaCl needed to make the preparation isotonic is 1.006 g. Rounding to three decimal places, the correct answer is 0.126 g.

    Rate this question:

  • 25. 

    Seorang TTK di industri Farmasi melakukan sterilisasi sediaan dexsametason tetes mata dengan menggunakan alat autoklaf. R/         Natrium Asetat           0,36 g                           NaCl                           0,52 g                                                  KCl                            0,03 g                                                             Aqua p.i ad 100 ml Diketahui :     MA (Bm Natrium asetat, basa lemah) = 82,03     MB (Bm NaCl, garam) = 58,5     MC (Bm Kcl, garam) = 74,5      Mh (Bm NaCl) = 58,5               Berapa nilai Hipotonisnya …?

    • A.

      0, 36 < 0,28

    • B.

      0 ,23 < 0,28

    • C.

      0,42 < 0,28

    • D.

      0,51 < 0,28

    • E.

      0,62 < 0,28

    Correct Answer
    B. 0 ,23 < 0,28
    Explanation
    The question asks for the value of the hypotonicity of the solution. The correct answer is "0.23 < 0.28". This means that the osmolarity of the solution is lower than the osmolarity of tears (which is approximately 0.28). A hypotonic solution has a lower osmolarity than tears and can cause water to move into the eye, potentially causing discomfort or irritation.

    Rate this question:

  • 26. 

    Seorang apoteker telah memberikan resep injeksi di RS umum Banjarmasin, salah satu sedian yang ditebusnya adalah sedian parenteral yang ditujukan untuk penggunaan intravena dan sering disebut juga cairan infus Ringger Laktat yang memiliki volume kecil,. Bersadarkan penjelasan diatas sedian yang dimaksud merupakan katagori kedalam…

    • A.

      Sediaan steril dengan volume > 1 ml

    • B.

      Sediaan steril dengan volume > 10 ml

    • C.

      Sediaan steril dengan volume < 10 ml

    • D.

      Sediaan steril dengan volume < 100 ml

    • E.

      Sediaan steril dengan volume > 100 ml

    Correct Answer
    D. Sediaan steril dengan volume < 100 ml
    Explanation
    The correct answer is "Sediaan steril dengan volume < 100 ml". This is because the given information states that the medication is a small volume parenteral solution, specifically an infusion solution called Ringer Lactate. Infusion solutions are typically administered intravenously and are usually given in volumes less than 100 ml. Therefore, the correct category for this medication is "sterile preparations with a volume less than 100 ml."

    Rate this question:

  • 27. 

    Seorang personel akan melaksanakan produksi sediaan obat steril dengan proses sterilisasi akhir. Dengan demikian alur personel menuju ruang produksi adalah:

    • A.

      Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas E/D, melepas baju E/D untuk ganti baju kelas A/B, menuju ruang produksi

    • B.

      Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas E/D, melepas baju E/D untuk ganti baju kelas C, menuju ruang produksi

    • C.

      Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas C, melepas baju C untuk ganti baju kelas A/B, menuju ruang produksi

    • D.

      Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas A/B, melepas baju A/B untuk ganti baju kelas C, menuju ruang produksi

    • E.

      Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas E/D, melepas baju E/D untuk ganti baju kelas C, melepas baju C untuk ganti baju kelas A/B, menuju ruang produksi ption 5

    Correct Answer
    B. Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas E/D, melepas baju E/D untuk ganti baju kelas C, menuju ruang produksi
    Explanation
    The correct answer is the fourth option: Melepas sepatu dan baju rumah, ganti dengan baju kelas A/B, melepas baju A/B untuk ganti baju kelas C, menuju ruang produksi. This is because the person should start by removing their shoes and home clothes, then change into class E/D clothes. After that, they should remove the E/D clothes and change into class A/B clothes. Finally, they can proceed to the production room.

    Rate this question:

  • 28. 

    Mahasiswa farmasi sedang melakukan praktikum sediaan infus sebagai cairan elektrolit. Dalam evaluasinya mahasiswa harus melakukan pengujian sterilitas untuk mengetahui sediaan itu injeksi. Bagaimana pengujian yang harus di lakukan di atas.

    • A.

      Menggunakan pH meter

    • B.

      Larutan di pindahkan kedalam gelas ukur

    • C.

      Dengan cara menyinari sediaan dari samping dengan latar belakang warna hitam dan putih

    • D.

       Dengan mengiokulasi sampel pada medium agar dan mengamati pertumbuhan mikroba setelah inkubasi

    • E.

      Dengan menggunakan system elektronik penghitung partikel pengotor cairan yang dilengkapi dengan alat untuk memasukkan contoh yang sesuai

    Correct Answer
    D.  Dengan mengiokulasi sampel pada medium agar dan mengamati pertumbuhan mikroba setelah inkubasi
    Explanation
    The correct answer is to inoculate the sample onto agar medium and observe microbial growth after incubation. This method is commonly used to test the sterility of a solution. By inoculating the sample onto agar, any potential microbial contaminants present in the solution will have the opportunity to grow and form visible colonies. After incubation, the presence or absence of microbial growth can be observed, indicating whether the solution is sterile or not.

    Rate this question:

  • 29. 

    Seorang pasien laki laki  berumur 33 th datang ke rs memiliki penyakit radang sendi pada lutut dan diberikan obat triamsinolon secara intra parenteral oleh dokter. Obat yang diberikan oleh dokter di kasus akan bekerja melalu rute ?

    • A.

      Hipodermoklisis

    • B.

      Intratekal

    • C.

      Intraartikular

    • D.

      Subkonjungtiva

    • E.

      Intrarektal

    Correct Answer
    C. Intraartikular
    Explanation
    The correct answer is "Intraartikular." Intraartikular means that the medication is administered directly into the joint. In this case, the patient has inflammation in the knee joint, so the doctor administers the medication directly into the knee joint to target the affected area.

    Rate this question:

  • 30. 

    Seorang Apoteker Ingin Membuat Sediaan Steril Berupa Sediaan Injeksi. Dalam Pembuatan Sediaan Injeksi, Apoteker Tersebut Memasuki Ruangan Yang Dimana Ruangan Tersebut Memiliki Fungsi Untuk Menjaga Agar Dalam Proses Pembuatan Sediaan Injeksi Memperkecil Terjadinya Cemaran Kuman Hingga Seminimum Mungkin. Berikut Ini Yang Merupakan Kelas Dalam Produksi Steril Yaitu, Kecuali....

    • A.

      Daerah Aseptis

    • B.

      Daerah Putih

    • C.

      Daerah Abu-Abu

    • D.

      Daerah Hitam

    • E.

      Daerah Merah

    Correct Answer
    E. Daerah Merah
    Explanation
    The given correct answer is "Daerah Merah". The explanation for this answer is that in the process of making sterile preparations, the pharmacist enters a clean room or controlled environment to minimize the risk of microbial contamination. The clean room is often divided into different zones based on the level of cleanliness required. The zones typically include the Aseptic Zone (Daerah Aseptis), where the highest level of cleanliness is maintained, the White Zone (Daerah Putih), the Gray Zone (Daerah Abu-Abu), and the Black Zone (Daerah Hitam). The Red Zone (Daerah Merah) is not a recognized zone in the production of sterile preparations.

    Rate this question:

Back to Top Back to top
Advertisement
×

Wait!
Here's an interesting quiz for you.

We have other quizzes matching your interest.