Quis Teknologi Sediaan Steril- S1 Farmasi- VI

30 Pertanyaan | Total Attempts: 500

SettingsSettingsSettings
Quis Teknologi Sediaan Steril- S1 Farmasi- VI - Quiz


Questions and Answers
  • 1. 
    Wadah yang digunakan untuk injeksi dibedakan menjadi wadah dosis tunggal dan wadah dosis ganda. Dalam wadah dosis tunggal digunakan untuk sediaan ….
    • A. 

      Vial

    • B. 

      Ampul

    • C. 

      Infus

    • D. 

      Injeksi

    • E. 

      Tub

  • 2. 
    Seorang calon TTK melakukan percobaan penelitian penyuntikan piracetam cairan pada kondisi hipertonis terhadap hewan uji kelinci. Efek fisiologis apa yang akan terjadi pada jaringan tubuh kelinci ?.
    • A. 

      Sel akan mengalami homeostatis

    • B. 

      Sel akan pecah

    • C. 

      Sel akan mengembang

    • D. 

      Sel akan mengkerut

    • E. 

      Sel tidak terjadi perubahan

  • 3. 
    Seorang Farmasis sedang membeli sediaan steril mata untuk di jual di apotek. Dibawah ini yang tidak termasuk sediaan di atas adalah
    • A. 

      Oculoguttae

    • B. 

      Oculenta

    • C. 

      Collyria

    • D. 

      Guttae auricularis

    • E. 

      Guttae opthalmicae

  • 4. 
    Seorang TTK di industri farmasi melakukan sterilisasi sediaan infus RL dengan menggunakan alat autoklaf. Berapa suhu dan waktu yang digunakan pada alat tersebut ?
    • A. 

      1150C  selama 20 menit

    • B. 

      120oC selama 15 meni

    • C. 

      125oC selama 10 menit

    • D. 

      130oC selama 5 menit

    • E. 

      145OC selama 3 menit

  • 5. 
    Seorang Tenaga kefarmasian sedang melakukan percobaan penelitian penyuntikan piracetam cairan hipotonis terhadap hewan percobaan tikus. Bagaimana efek fisiologis larutan jika disuntikkan ke dalam jaringan tubuh...
    • A. 

      Sel akan mengkerut

    • B. 

      Sel akan pecah

    • C. 

      Sel akan mengembang

    • D. 

      Sel tidak terjadi perubahan

    • E. 

      Sel akan mengalami homeostatis

  • 6. 
    Seorang Apoteker sedang melakukan evaluasi hasil pengujian sterilitas mikroorganisme dalam produk injeksi Chlorbutanol  0.12 ml. Evaluasi mana saja yang perlu dilakukan TTK ?
    • A. 

      Uji disolusi, Uji waktu hancur dan Pemeriksaan kebocoran

    • B. 

      Pemeriksaan pirogen, pemeriksaan kebocoran, pemeriksaan disolusi

    • C. 

      Pemeriksaan kejernihan larutan, penentuan pH, pemeriksaan kebocoran

    • D. 

      Pemeriksaan pirogen, pemeriksaan sterilitas, pemeriksaan kelarutan

    • E. 

      Pemeriksaan keseragaman bobot, pemeriksaan keseragaman volume, uji dosis

  • 7. 
    Seorang mahasiswa farmasi membuat larutan obat mata  naphazoline HCL 0,012% dengan cara filtrasi, dalam pembuatannya bertujuan untuk mencegah kenaikan pH agar obat setabil pada mata. Prosedur yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan proses?
    • A. 

      Pengisotonis

    • B. 

      Pendapar

    • C. 

      Pengawet

    • D. 

      Sterilisasi

    • E. 

      Pengental

  • 8. 
    Seorang mahasiswa farmasi melakukan uji parenteral wadah gelas dalam volume kecil, disterilkan terlebih dahulu dengan cara panas kering sebelum diisi produk secara aseptik, dan tidak di lakukan di autoclave dikarenakan bagian dalam akan rusak dan melepas alkali, dari pernyataan tersebut termasuk penggolongan wadah gelas tipe?
    • A. 

      Tipe I

    • B. 

      Tipe II

    • C. 

      Tipe III

    • D. 

      Tipe IV

    • E. 

      Tipe V

  • 9. 
    Seorang apoteker ingin membuat sediaan steril . Sebelum membuat sediaan steril apoteker itu harus melakukan prinsip CPOB yaitu produksi ,obat yang disetujui sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan produk obat yang memenuhi spesifikasi. Pengawasan mutu, untuk memberikan kepastian produk yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Klasifikasi ruangan ,tempat yang disiapkan secara khusus untuk produksi obat steril yang harus mempunyai kepastian bahwa obat tidak terkontaminasi. Dari kasus diatas ini yang manakah yang bukan termasuk prinsip CPOB ?
    • A. 

      Produksi

    • B. 

      Pengawasan mutu

    • C. 

      Klasifikasi ruangan

    • D. 

      Perhitungan tonisti

    • E. 

      Persiapan peralatan

  • 10. 
    Dengan cara pemaparan gas/uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya. proses sterilisasi ini berlangsung dalam bejana bertekanan, didesain seperti autoklaf dengan modifikasi tertentu, merupakan cara kerja dari proses…
    • A. 

      Sterilisasi panas kering

    • B. 

      Sterilisasi panas basah

    • C. 

      Sterilisasi gas

    • D. 

      Sterilisasi panas

    • E. 

      Sterilisasi radiasi

  • 11. 
    Farmasis sedang menyiapkan sediaan injeksi steril dexsametason dalam bentuk larutan Setelah membuat sediaan farmasis lalu melakukan evaluasi pada sediaannya dimana salah satu evaluasi nya yaitu evaluasi biologi, masuk kedalam evaluasi mana yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut
    • A. 

      Uji Penetapan pH

    • B. 

      Uji kebocoran

    • C. 

      Uji sterilitas

    • D. 

      Uji kejernihan larutan

    • E. 

      Uji keseragaman bobot

  • 12. 
    Gambar dibawah ini merupakan macam-macam rute pemberian sediaan parenteral. Manakah dari gambar tersebut yang menunjukkan rute pemberian melalui Intravena…?
    • A. 

      No 1

    • B. 

      No 2

    • C. 

      No 3

    • D. 

      No 4

    • E. 

      No 3 dan 4

  • 13. 
    Seorang apoteker bekerja pada bidang quality control ingin melakukan uji terhadap sediaan injeksi dimana uji ini bertujuan untuk membatasi resiko reaksi demam pada tingkat yang dapat diterima oleh pasien pada pemberian sediaan injeksi. Apakah nama uji tersebut...
    • A. 

      Uji Efektivitas Pengawet Antimikroba

    • B. 

      Uji Kandungan Zat Antimikroba

    • C. 

      Uji Sterilitas

    • D. 

      Penetapan Potensi Antimikroba (untuk zat aktif antibiotik)

    • E. 

      Uji pirogen

  • 14. 
    Seorang Apoteker di industri farmasi sedang melakukan pembuatan produk steril. Pada pembuatan produk steril dibedakan menjadi beberapa kelas kebersihan. Dalam kelas tersebut, ketika seorang Apoteker ingin melakukan kegiatan beresiko tinggi seperti  zona pengisian, wadahtutup karet, ampul dan vial terbuka. Kelas kebersihan mana yang harus digunakan apoteker . . . .
    • A. 

      Kelas E

    • B. 

      Kelas D

    • C. 

      Kelas C

    • D. 

      Kelas B

    • E. 

      Kelas A

  • 15. 
    Sediaan injeksi merupakan sediaan steril yang dapat berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, Komponen sediaan injeksi meliputi bahan obat, bahan tambahan dan pelarut yang sudah dievaluasi buffer pH sampai 7,4. Apa tujuan di lakukan evaluasi di atas.
    • A. 

      Untuk membantu kelarutan zat aktif dalam sediaan injeksi

    • B. 

      Untuk meminimalkan iritasi di tempat suntikan

    • C. 

      Untuk meningkatkan stabilitas sediaan

    • D. 

      Untuk menurunkan tegangan permukaan

    • E. 

      Untuk meningkatkan efektivitas zat akti

  • 16. 
    Seorang apoteker akan membuat sediaan infus. Dimana infus adalah sediaan steril. Untuk pembuatan infus ada beberapa hal yang diperhatikan salah satunya adalah perhitungan tonisitas dan osmolaritas sediaan. Pada perhitungan tonisitas, dari formula berikut untuk mengetahui  NaCl yang ditambahkan agar menjadi istonis  adalah . . . . gr/100 ml R/      NaCl                0.6  (BM 58,5)           KCl                 0.03 (BM 74,5)           CaCl2.2H2O     0.01 (BM 219) Aqua p.i. ad    100 ml             (Diket : NaCl, KCl dan CaCl2.2H2O merupakan Basa dan asam lemah dengan 1 derajat disosiasi 1,5)
    • A. 

      0,283 gr/100 ml

    • B. 

      0.284 gr/100 ml

    • C. 

      0.343 gr/100 ml

    • D. 

      0.345 gr/100 ml

    • E. 

      0.346 gr/100 ml

  • 17. 
    Seorang mahasiswa farmasi melakukan pemeriksaan hasil produksi setelah pembuatan sedian steril. Dalam pemeriksaan kebocoran, ada beberapa cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan dimasukkan kedalan larutan berwarna. Larutan warna yang digunakan adalah...
    • A. 

      Metilen biru 3 %

    • B. 

      Metilen biru 2 %

    • C. 

      Metilen biru 0.1 %

    • D. 

      Safranin

    • E. 

      Kristalviolet

  • 18. 
    Seorang Apoteker membuat suatu larutan yang mengandung Ampisilin Na 0.05 gram dengan nilai (E= 0.16 )  dan Efedrin sulfat 0.1 gram dengan nilai (E= 0.23) dalam m.f. inject. Isot. 10 ml. Berapa jumlah Nacl yang di tambahkan agar larutan isotonis ?
    • A. 

      0.051 gram 

    • B. 

      0.053 gram

    • C. 

      0.055 gram

    • D. 

      0.057 gram

    • E. 

      0.059 gram

  • 19. 
    Bahan pembawa, zat aktif dan alat untuk pembuatan infus harus bebas pirogen. Keberadaan pirogen pada alat atau bahan diatas disebabkan karena...
    • A. 

      Pirogen merupakan hasil produksi bakteri

    • B. 

      Sering berkaitan dengan sifat pirogen yang thermostabil dan non-volatile

    • C. 

      Ukurannya yang sangat kecil yaitu 60 – 100 um

    • D. 

      Mudah menguap

    • E. 

      Tidak larut dalam air

  • 20. 
    Bido Apoteker di PT. Sanbe akan melaksanakan praktikum pembuatan salep mata benzalkoniom klorid 0,01%. Bahan tambahan yang telah disiapkan antara lain Vaselin flavum dan Paraffin liquid kemudian dibuatlah sediaan salep mata steril. Cara sterilisasi apakah yang cocok untuk pembuatan salep mata tersebut
    • A. 

      Sterilisasi Panas Basah

    • B. 

      Sterilisasi Panas Kering

    • C. 

      Sterilisasi Filtrasi

    • D. 

      Sterilisasi Radiasi Ion

    • E. 

      Sterilisasi Sinar UV

  • 21. 
    Mahasiswa Farmasi UM Banjarmasin melakukan praktikum yang membuat injeksi solutio anticoagulant, yang mana dengan Formula sebagai berikut . Tentukan Jenis Tonisitas Formula tersebut R/      Acidium Citricum 1 Ha2O                           4,7           Na Citrat Tribacicum 5,5 Ha2O                    16           Glukosa p.i anhydrous                                   25           Aqua p.i ad                                                  1000ml Tentukan Jenis Tonisitas Formula tersebut adalah
    • A. 

      Hipertonis , penambahan glukosa 3,83 g/L

    • B. 

      Hipotonis, penambahan glukosa 4,36 g/L

    • C. 

      Hipotonis, penambahan glukosa 5,46 g/L

    • D. 

      Hipertonis, penambahan glukosa 5,74 g/L

    • E. 

      Hipertonis , penambahan glukosa 6,83 g/L

  • 22. 
    Dalam proses produksi menggunakan Bio Safety Cabinet (Nama lain dari LAF), berikut ini adalah langkah-langkah yang salah, yaitu:
    • A. 

      Satu BSC hanya digunakan untuk satu orang

    • B. 

      Bila ada bahan yang tumpah, maka setelah dibuang dan didesinfeksi, personel menggunakan baju kerja yang baru

    • C. 

      Melakukan pembagian area menjadi tiga: area bersih, kerja dan kotor

    • D. 

      Meletakkan barang di lokasi yang tepat, yaitu di bagian tempat udara laminar keluar (exhause)  

    • E. 

      Menyalakan lampu UV selama 1 jam sebelum menggunakan BSC

  • 23. 
    Seorang Farmasis akan membuat sediaan steril tetes telinga dalam pembuatannya di tambahankan bahan –bahan tambahan salah satunya bahan pengawet yaitu benzalkonium tetapi tidak di tambahkan bahan antioksidan, Mengapa dalam sediaan injeksi tidak perlu ditambahan zat itu?
    • A. 

      Karena telah ditambahkan dapar

    • B. 

      Karena memiliki rentang pH stabilitas luas

    • C. 

      Karena telah ditambahkan zat pengkelat

    • D. 

      Karena tidak mengandung bahan yang mudah teroksidasi

    • E. 

      Karena sediaan tidak kontak langsung dengan udara, sehingga tidak perlu ditambahkan antioksidan

  • 24. 
    Seorang TTK di industri farmasi menghitung formula sediaan Erlamycetin tetes telinga, sebagai berikut… R/       Theophyllin 1 g                              Etilendiamin                 0,55 g                         Aqua p.i ad 50ml Diketahui :  MA (Bm Theophyllin, basa lemah)          = 198,18  MB (Bm  Etilendiamin, basa kuad)         = 78,1  Mh (Bm NaCl)                                         = 58,5 Fh NaCl ( garam)                                      = 1.8 Berapa NaCl yang diperlukan agar sediaan menjadi Isotonis..?
    • A. 

      0,016

    • B. 

      0,098

    • C. 

      0,126

    • D. 

      0,199

    • E. 

      0,206

  • 25. 
    Seorang TTK di industri Farmasi melakukan sterilisasi sediaan dexsametason tetes mata dengan menggunakan alat autoklaf. R/         Natrium Asetat           0,36 g                           NaCl                           0,52 g                                                  KCl                            0,03 g                                                             Aqua p.i ad 100 ml Diketahui :     MA (Bm Natrium asetat, basa lemah) = 82,03     MB (Bm NaCl, garam) = 58,5     MC (Bm Kcl, garam) = 74,5      Mh (Bm NaCl) = 58,5               Berapa nilai Hipotonisnya …?
    • A. 

      0, 36 < 0,28

    • B. 

      0 ,23 < 0,28

    • C. 

      0,42 < 0,28

    • D. 

      0,51 < 0,28

    • E. 

      0,62 < 0,28

Back to Top Back to top