Try Out Ukom Stikes Mandala Waluya 2019

120 Pertanyaan | Total Attempts: 209

SettingsSettingsSettings
Please wait...
Try Out Ukom Stikes Mandala Waluya 2019

Diharapkan kepada seluruh peserta bimbel ukom STIKES Mandala Waluya Kendari untuk mengikuti kegiatan TO ini karena ini merupakan syarat bagi anda untuk mengikuti/mendaftar Uji Kompetensi pada periode Maret 2019. Apabila nilai anda memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada tes TO ini maka anda berhak mendapatkan tiket ikut Uji Kompetensi Nasional Indonesia.  


Questions and Answers
  • 1. 
    Seorang perempuan berusia 56 tahun dirawat diruang rawat penyakit dalam dengan keluhan nyeri dada dengan skala nyeri 6, nyeri menjalar ke punggung belakang. Pasien terlihat pucat, CTR 3 detik. Nyeri tidak bisa hilang dengan istirahat. Dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan hasil TD 150/110 mmHg, frekuensi napas 24x/menit, frekuensi nadi 110x/menit, suhu tubuh 36,6oC. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut ?
    • A. 

      Nyeri Akut

    • B. 

      Ansietas

    • C. 

      Resiko cedera

    • D. 

      Intoleransi aktivitas

    • E. 

      Kerusakan pertukaran gas

  • 2. 
    Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke rumah sakit. Saat dilakukan pengkajian pasien tampak sesak , lemah, gizi kurang, Konjuntiva kiri kanan anemis, mata kanan klien sering berair, mata kiri katarak, ronchi basah basal kiri dan kanan, asites pada abdomen, dan ekstremitas bawah pitting edema (3+).. TD 130/90 mmHg, frekuensi napas 22x/menit, frekuensi nadi 89x/menit, suhu tubuh 37,8oC. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
    • A. 

      Pola napas tidak efektif

    • B. 

      Kerusakan integritas kulit

    • C. 

      Kelebihan volume cairan tubuh

    • D. 

      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

    • E. 

      Gangguan sensori persepsi penglihatan

  • 3. 
    Seorang perempuan, 23 tahun datang ke poliklinik karena mengeluh berat badannya semakin menurun. Hasil pengkajian didapatkan pasien selalu menghabiskan porsi makan, banyak beraktivitas, tinggi badan 165 dan berat badan 46 kg. TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 23x/menit, suhu 37.7 C. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan T3 dan T4, penurunan TSH. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien tersebut?
    • A. 

      Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

    • B. 

      Kurang pengetahuan

    • C. 

      Intoleransi aktivitas

    • D. 

      Hipermetabolisme

    • E. 

      Hipertermi

  • 4. 
    Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di RS dengan diagnose medis cedera kepala. Perawat melakukan pemeriksaan kesadaran, di dapatkan hasil: pasien membuka mata dan reaksi menghindar setelah diberi rangsang nyeri, dan suara mengerang. Berapakah nilai GCS berdasarkan kasus tersebut?
    • A. 

      11

    • B. 

      10

    • C. 

      9

    • D. 

      8

    • E. 

      7

  • 5. 
    Seorang keluarga pasien melapor pada perawat bahwa cairan infusnya sudah habis. Namun karena perawat sedang mengerjakan sesuatu dia menyuruh keluarga pasien tersebut menunggu saja di kamar. Sekitar 30 menit ditunggu perawat belum datang, akhirnya disusul kembali. Ternyata perawat tersebut lupa. Saat di lihat ternyata cairan sudah habis dan udara sudah masuk ke pembuluh darah pasien. Apakah aspek etik yang dilanggar pada kasus tersebut?
    • A. 

      Non Maleficience

    • B. 

      Beneficience

    • C. 

      Autonomy

    • D. 

      Fidelity

    • E. 

      Justice

  • 6. 
    Seorang kepala ruangan melakukan supervisi keperawatan di ners station. Di sela – sela kegiatan supervisi tidak langsung tersebut kepal ruangan menyampaikan bahwa seorang perawat pelaksana, ketua tim, termasuk kepala ruangan harus bekerja sesuai dengan batasan wewenang, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Apakah fungsi manajemen yang dijelaskan kepala ruangan ?
    • A. 

      Controlling

    • B. 

      Organizing

    • C. 

      Actuating

    • D. 

      Planning

    • E. 

      ​​​​​​​Staffing

  • 7. 
    Seorang kepala ruangan interna  sedang menerapkan perubahan metode pemberian asuhan keperawatan dari metode kasus menjadi metode tim. Secara reflex perawat A menolak perubahan tersebut dan tidak mau bekerja sama dengan timnya. Manakah pendekatan yang dapat dilakukan oleh kepala ruangan ?
    • A. 

      Mengabaikan perawat A

    • B. 

      Memberikan hukuman kepada perawat A

    • C. 

      Menjelaskan alasan perubahan kepada perawat A

    • D. 

      ​​​​​​Memaksa perawat A mengikuti perubahan yang ada

    • E. 

      Melakukan mutasi perawat A ke ruang perawatan yang lain

  • 8. 
    Seorang kepala ruangan melakukan supervisi tidak langsung. Dalam supervisi tersebut kepala ruangan juga menyampaikan kepada para perawat pelaksanannya bahwa para perawat pelaksana bisa memberikan masukan kepada kepala ruangan setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Apakah sifat partisipasi staf yang diberikan oleh kepala ruangan tersebut?
    • A. 

      ​​​​​​​Organizational

    • B. 

      Bottom-up

    • C. 

      Top-down

    • D. 

      Personal

    • E. 

      Lateral

  • 9. 
    Seorang kepala ruangan menemukan mutu  asuhan kmeperawatan di ruangannya rendah. Data yang didapatkan dari 15 perawat pelaksana terdapat 12 perawat DIII dan  3  ners. Kepala ruangan telah merenncanakan semua perawat mendapatkan pelatihan pertahunnya, direktur pun telah mengusulkan  namun perawat yang diikut sertakan pelatihan hanya 1 orang pertahun berdasarkan persetujuan yayasan. Apakah yang menjadi hambatan perencanaan pada kasus di atas?
    • A. 

      Kurangnya pengetahuan dan keterampilan perawat

    • B. 

      Kurangnya sikap reaktif pimpinan

    • C. 

      Kurangnya pemahaman yayasan

    • D. 

      Kurangnya dukungan yayasan

    • E. 

      Kurangnya pengendalian

  • 10. 
    Seorang kepala ruangan  menemukan hasil pengkajian praktek manajemen mahasiswa menyebutkan  75% perawat pelaksana tidak mengetahui standar kerja perawat di ruang rawat. Kepala ruangan tersebut berkeinginan untuk memperbaiki fungsi perencanaan di ruangannya. Apakah lingkup perencanaan yang perlu diperbaiki pada kasus di atas?
    • A. 

      Budget/anggaran

    • B. 

      Ketenagaan

    • C. 

      Struktur

    • D. 

      Fasilitas

    • E. 

      Logistik

  • 11. 
    Seorang wanita berusia 27 tahun sedang memeriksakan kehamilannya ke poli hamil pada tanggal 20 April 2018. Diketahui HPHT adalah 25 Maret 2018. Pasien mengeluh mual, muntah tiap pagi. Tekanan darah 110/80 mmHg, frekuensi nadi 70x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,5 derajat celcius. Berapakah tanggal taksiran persalinan pada kasus tersebut ?
    • A. 

      30-12-2018

    • B. 

      31-12-2018

    • C. 

      01-01-2019

    • D. 

      02-01-2019

    • E. 

      03-01-2019

  • 12. 
    Seorang perempuan berusia 26 tahun , dirawat di kamar bersalin. hasil pemeriksaan leopold didapatkan posisi janin letak kepala, punggung kiri. Hasil pemeriksaan dalam, pembukaan lengkap (10), ketuban utuh,  jalan lahir normal, kepala sudah turun ke hodge IV,perineum menonjol dan vulva membuka. Apakah tindakan yang dilakukan perawat pada kala II selanjutnya?
    • A. 

      Memulai untuk memimpin meneran

    • B. 

      Mengatur posisi ibu untuk meneran

    • C. 

      Segera mempersiapkan peralatan

    • D. 

      Melakukan amniotomi

    • E. 

      Melakukan episiotomy

  • 13. 
    Seorang perempuan berusia 26 tahun, berkunjung ke poliklinik melakukan pemeriksaan ANC. Hasil anamnesis didapatkan usia kehamilan 12 minggu , G1P0A0. Hasil pemeriksaan didapatkan konjungtiva tidak anemis, tekanan darah 110/70 mmHg, BB 64 kg, dan TB 151 cm.  Berapakah peningkatan berat badan pada kasus tersebut 
    • A. 

      7 – 11,5 kg

    • B. 

      10 – 16,5 kg

    • C. 

      11,5 – 16 kg

    • D. 

      12 – 16,5 kg

    • E. 

      12,5 – 18 kg

  • 14. 
    Seorang perempuan berusia 30 tahun, G3P1A1 usia kehamilan 10 minggu melakukan pemeriksaan ANC. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan BB 66 kg sedangkan BB sebelum hamil 65 kg, TB 152 cm, TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 84x/mnt, konjungtiva anemis, Hb 9 gr%. Manakah yang termasuk faktor risiko ibu selama kehamilan ?
    • A. 

      BB 67 kg

    • B. 

      Hb 8 gr%

    • C. 

      Riwayat abortus

    • D. 

      Riwayat kehamilan kembar

    • E. 

      Tekanan darah 130/80 mmHg

  • 15. 
    Seorang perawat melakukan home visit didaptkan perempuan berusia 27 tahun , post partum hari ke 4. Hasil pengkajian, ibu mengeluh produksi  ASI sedikit sehingga ragu untuk ASI eksklusif. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan payudara lunak, tidak ada nyeri, dan tidak ada lecet pada putting susu. Hasil observasi saat menyusui ditemukan posisi bayi belum benar. Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan perawat untuk ibu tersebut ?​​​​​​ ​
    • A. 

      Melakukan penyuluhan tentang ASI eksklusif

    • B. 

      Menjelaskan cara memposisikan bayi yang benar

    • C. 

      Mengajarkan ibu teknik untuk memperlancar ASI

    • D. 

      Meningkatkan percaya diri ibu dengan memberikan dukungan

    • E. 

      Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang dapat memperbayak ASI

  • 16. 
    Seorang anak perempuan berusia 7,5 tahun didiagnosa mengalami pubertas prekoks. Dari hasil pengkajian didapatkan data anak sudah mengalami menarche, tinggi badan melebihi teman-teman seusianya, ibunya mengatakan bahwa saat ini nafsu makan anak meningkat dari sebelumnya, skala Tanner menunjukkan anak berada pada tahap 2 perkembangan payudara dan tahap 1 perkembangan  rambut kemaluan. Berdasarkan data yang ada apa diangnosa utama dari kasus tersebut?
    • A. 

      Cemas pada anak

    • B. 

      Gangguan citra tubuh

    • C. 

      Cemas pada orang tua

    • D. 

      Gangguan pertumbuhan

    • E. 

      Gangguan perkembangan

  • 17. 
    Seorang anak perempuan  berusia 5 tahun terdiagnosa mengalami tumor Willms stadium 1 sejak 2 bulan yang lalu. Awalnya ibunya tidak menyadari kondisi anak, namun sudah sejak 6 bulan sebelumnya anak terus mengalami penurunan berat badan. Berdasarkan pemeriksaan prognosa penyakit cukup baik, namun operasi masih menunggu perbaikan, Ibu merasa khawatir dengan kondisi anak. Apa tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan oleh perawat?
    • A. 

      Melakukan distraksi pada anak dengan bermain

    • B. 

      Memberikan edukasi pada anak tentang penyakitnya

    • C. 

      Memberikan penjelasan secara detail pada orang tua tentang kondisi anak

    • D. 

      Melakukan kolaborasi dengan semua pihak untuk mempercepat pemulihan anak

    • E. 

      Menenangkan orang tua dengan menjanjikan prioritas utama daftar tunggu untuk operasi

  • 18. 
    Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, dirawat di ruang bedah anak untuk persiapan operasi repair hipospadia. Orang tua mengatakan dulu saat anak masih kecil mereka belum punya biaya untuk operasi, ditambah lagi keluarga juga khawatir  kalau operasi belum tentu bisa dapat membuat anak sempurna seperti anak yang lain. Saat mereka sudah memahami tujuan operasi dan  anaknya sering mengatakan merasa malu pada teman-temannya yang lain. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien?
    • A. 

      Gangguan nutrisi

    • B. 

      Ansietas keluarga

    • C. 

      Gangguan citra tubuh

    • D. 

      Gangguan pola eliminasi

    • E. 

      Kurang pengetahuan keluarga

  • 19. 
    Seorang bayi perempuan usia 4 bulan dibawa ibunya ke poliklinik anak dengan keluhan batuk berdahak, pilek dan demam sejak 3 hari yang lalu. Selama kunjungan anak tampak rewel dan gelisah, terlihat keluar sekret dari kedua hidung, batuk-batuk, palpasi kulit teraba hangat. Ibu menggatakan sejak sakit anak sulit menyusu dan sering terbangun bila tidur.  Apakah tindakan yang dilakukan perawat selanjutnya?
    • A. 

      Melakukan nebulizer

    • B. 

      Memeriksa bunyi napas

    • C. 

      Melakukan fisioterapi dada

    • D. 

      Meminta anak untuk batuk efektif

    • E. 

      Meminta ibu untuk menyusui anak

  • 20. 
    Seorang perawat akan melakukan perawatan luka pada seorang anak laki-laki usia 7 tahun dengan diagnosa fraktur terbuka pada tibia, post op pemasangan ORIF. Saat melakukan observasi perawat menemukan area sekitar luka sudah diumuri ramuan tradisional yang baunya menyengat. Saat perawat akan membersihkan ramuan tersebut orang tua melarang dengan alasan ramuan tersebut berguna untuk mempercepat penyembuhan luka dan penyambungan tulang. Bagaimana respon perawat selanjutnya ?
    • A. 

      Menanyakan kandungan ramuan tersebut

    • B. 

      Meminta orang tua untuk membuang ramuan

    • C. 

      Melaporkan kejadian kepada  dokter penanggung jawab

    • D. 

      Menasehati bahwa pengobatan terbaik adalah tindakan medis

    • E. 

      Melarang orang tua untuk memasang ramuan tersebut selanjutnya

  • 21. 
    Seorang laki-laki berusia 21 tahun diantar ke UGD dengan kondisi penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas sejak 30 menit yang lalu. Hasil pengkajian GCS 8, sesak napas, jejas di leher, fraktur clavikula, fraktur costae 4,5,6 bagian sinistra dan suara napas gurgling. TD  90/70 mmHg, frekuensi nadi  110x/menit, frekuensi napas  28x/menit dan suhu 34°C. Apakah tindakan keperawatan awal pada kasus tersebut?
    • A. 

      Melakukan head tilt dan chin lift

    • B. 

      Melakukan verban elastis dada

    • C. 

      Melakukan finger sweep

    • D. 

      Memberikan oksigen

    • E. 

      Melakukan jaw trust

  • 22. 
    Seorang laki-laki berusia 42 tahun diantar ke UGD dengan kondisi penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas sejak 30 menit yang lalu. Hasil pengkajian edema pada temporal, pasien hanya bisa membuka mata dengan rangsangan suara, tangannya melokalisasi saat diberikan rangsangan nyeri dan mengeluarkan suara yang membingungkan dan tidak tahu dimana. Berapakah nilai total GCS pasien tersebut?
    • A. 

      15

    • B. 

      14

    • C. 

      13

    • D. 

      12

    • E. 

      11

  • 23. 
    Seorang perempuan berusia 35 tahun diantar ke UGD dengan kondisi penurunan kesadaran dialami sejak 15 menit yang lalu. Hasil pengkajian GCS 8, sesak napas, gelisah dan suara napas snoring. TD 140/90 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 28x/menit dan suhu 37,9°C. Perawat melakukan head tilt dan chin lift. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
    • A. 

      Memasang OPA

    • B. 

      Memasang ETT

    • C. 

      Melakukan suction

    • D. 

      Melakukan jaw trust

    • E. 

      Memasang infus cairan

  • 24. 
    Seorang perempuan berusia 30 tahun diantar ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian lemah, khawatir dengan keadaannya, kulit pucat, mukosa bibir kering, otot bantu strenocleidomastoideus, pernapasan cepat dan dangkal dan suara napas wheezing. TD 130/80 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 28x/menit dan suhu 38°C. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
    • A. 

      Ansietas

    • B. 

      Intoleransi aktivitas

    • C. 

      Defisit volume cairan

    • D. 

      Pola napas tidak efektif

    • E. 

      Bersihan jalan napas tidak efektif

  • 25. 
    Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di ICU mengalami penurunan kesadaran dan gagal napas. Hasil pengkajian GCS 5, pucat dan retraksi dinding dada. TD  90/60 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi napas 34x/menit, suhu 36°C dan saturasi oksigen 90%. Apakah intervensi keperawatan kolaboratif yang tepat pada kasus tersebut?
    • A. 

      Pasang oksigen dengan sungkup

    • B. 

      Pasang elektrokardiografi

    • C. 

      Pasang endotracheal tube

    • D. 

      Pasang orofaringeal tube

    • E. 

      Pasang bed site monitor

Back to Top Back to top